Kasus Covid-19 Terus Melandai, 19 Provinsi Laporkan Nol Kematian

Angka kematian pasien Covid-19 RI pada Kamis (15/10) mencapai 37 atau terendah sejak 22 Juni 2020 lalu.
Ameidyo Daud Nasution
14 Oktober 2021, 17:12
covid-19, kematian, corona
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Keluarga menaburkan bunga di atas peti jenazah yang akan dikremasi dengan pemulasaraan COVID-19 di Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (25/7/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Penularan Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan hingga saat ini. Bahkan angka kematian pasien corona RI pada Kamis (15/10) mencapai 37 atau terendah sejak 22 Juni 2020 lalu.

Terdapat 19 provinsi yang mencatatkan nol kematian hari ini. Beberapa di antaranya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, serta Banten.

Adapun kasus Covid-19 RI bertambah 1.053 orang hari ini. Jawa Tengah menyumbangkan pasien terbanyak yakni 156 orang. Berikutnya adalah Jawa Barat yang melaporkan 113 kasus.

 

Angka kasus hari ini didapatkan dari tes terhadap 165.707 orang. Ini berarti rasio positif yang didapatkan pemerintah mencapai 0,64%.

Selain itu pemerintah melaporkan tambahan 1.715 pasien yang sembuh hari ini. Sumatera Utara menyumbangkan angka pulih terbesar yakni 190 orang.

Secara total, sebanyak 4,2 juta orang di Indonesia dinyatakan telah terkena Covid-19. Dari angka tersebut, 4 juta orang telah sembuh dan 142 ribu orang meninggal dunia.

Sedangkan Pemerintah tengah mempersiapkan langkah guna menuju perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Hal ini salah satunya dilakukan dengan melakukan survei kondisi antibodi masyarakat setiap 6 bulan.

Survei tersebut menggunakan metode seroprevalence dan akan dilakukan kepada 21.880 sampel yang tersebar di 100 kabupaten/kota pada 34 provinsi.  Dengan survei, maka Pemerintah bisa mengetahui berapa banyak penduduk yang sudah memiliki kekebalan Covid-19, baik dari vaksin maupun karena tertular virus corona.

"Ini agar hasilnya bisa dibagikan di dunia dan menunjukan kesiapan Indonesia dalam tangani pandemi serta transisi menjadi endemi," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seperti dalam konferensi pers daring, Senin (11/10).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait