Studi AS: Booster Kombinasi Merek Vaksin Corona Efektif Pacu Antibodi

Otoritas AS akan membahas kemungkinan pemberian vaksin booster dengan merek yang berbeda-beda
Image title
14 Oktober 2021, 17:45
vaksin, covid-19, booster
ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/hp/cf
Dado Ruvic/Illustration Botol kecil dengan label vaksin penyakit virus korona (COVID-19) Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna terlihat dalam foto ilustrasi yang diambil Jumat (19/3/2021).

Penelitian tentang pemberian dosis tambahan alias booster vaksin Covid-19 terus dilakukan. Sebuah studi yang dilakukan National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat menemukan bahwa kombinasi jenis berbeda antara vaksin penguat dengan dosis sebelumnya menunjukkan hasil yang aman dan efektif. 

Studi menemukan, orang yang sebelumnya menerima vaksin Johnson & Johnson mendapatkan antibodi yang lebih kuat setelah menjalani booster Moderna atau Pfizer. Peneliti juga menemukan, mereka yang awalnya divaksinasi dengan Pfizer atau Moderna dan menerima suntikan merek secara silang juga menghasilkan respons kekebalan yang sama kuatnya.

 

 

Temuan ini akan dipresentasikan pada hari Jumat kepada komite penasihat Food and Drug Administration AS (FDA). Mereka akan bertemu pada Kamis dan Jumat untuk mempertimbangkan pemberian izin penggunaan darurat suntikan booster vaksin Moderna dan Johnson & Johnson.

Direktur asosiasi untuk penelitian klinis Divisi Mikrobiologi dan Penyakit Menular di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NICD) Dr John Beigel mengatakan, penelitian lebih lanjut akan dilakukan. Ini agar publik tidak menarik kesimpulan menyeluruh dari temuan awal.

“Ini adalah bagian penting karena memberi tahu apakah kita bisa menggunakan vaksin secara berbeda serta apa yang terjadi jika kita melakukannya,” kata dia, seperti dikutip dari NBC News, Kamis (14/10).

Beigel mengatakan penelitian ini tidak dirancang untuk mengidentifikasi kombinasi vaksin booster apa yang lebih unggul. Sebaliknya, studi akan memberikan bukti bahwa dosis tambahan dengan kombinasi berbeda aman untuk digunakan.

Adapun, para peneliti mengukur tingkat antibodi dari 458 sukarelawan pada dua minggu dan empat minggu setelah vaksin booster diberikan. Sedangkan suntikan tambahan diberikan 4-6 bulan setelah vaksinasi dosis utama.

Para relawan dipisahkan dalam beberapa grup. Mereka terdiri dari kelompok penerima vaksin booster Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Tingkat antibodi pada orang yang awalnya divaksinasi dengan satu suntikan Johnson & Johnson meningkat lima kali lebih tinggi setelah menerima booster merek yang sama. Sedangkan, relawan kelompok Johnson & Johnson memiliki antibodi yang melonjak 50 kali usai disuntik booster Moderna.

 

 

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait