RI Terima 600 Ribu Vaksin Covid-19 Pfizer, Dialokasikan ke 8 Provinsi

Selain Pfizer, Indonesia juga kedatangan tambahan 672 ribu dosis vaksin AstraZeneca hari ini
Ameidyo Daud Nasution
15 Oktober 2021, 06:00
pfizer, astrazeneca, vaksin, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/hp/cf
Dado Ruvic/Illustration Botol kecil dengan label vaksin penyakit virus korona (COVID-19) Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna terlihat dalam foto ilustrasi yang diambil Jumat (19/3/2021).

Indonesia kembali kedatangan 601.380 dosis vaksin Covid-19 Pfizer pada Kamis (14/10). Dengan tambahan tersebut, maka pemerintah telah mengamankan 16,3 juta dosis vaksin asal Amerika Serikat ini.

Ratusan ribu vaksin tahap ke-89 itu akan langsung didistribusikan ke delapan provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Jawa Barat.

“Agar semakin cepat masyarakat disuntik dan semakin kita terlindungi dari Covid-19,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong dalam keterangan tertulis Kemenkominfo, Kamis (14/10).

 

Tak hanya itu, RI juga menerima 672 ribu dosis vaksin AstraZeneca hari ini. Dengan tambahan tersebut, maka Indonesia telah mengantongi 282,4 juta dosis vaksin Covid-19.

Pasokan vaksin ini akan digunakan untuk meningkatkan capaian vaksinasi di daerah. Oleh sebab itu Usman berharap percepatan segera dilakukan di semua daerah demi mencapai kekebalan kelompok.

“Bersama itu, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Jumlah cakupan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah semakin besar. Bahkan angka pemberian vaksin corona dosis pertama pada akhir pekan lalu telah mencapai 100 juta dosis.

“Pemerintah mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja keras menyukseskan program vaksinasi,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam keterangan tertulis Kemenkominfo, Senin (11/10).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait