Positif Covid-19 RI Bertambah 633 Orang, Kasus di Jakarta Menurun

Angka kematian pasien positif Covid-19 hari ini bertambah 43 orang. Sumbangan terbanyak berasal dari Jawa Tengah yakni 15 orang.
Ameidyo Daud Nasution
21 Oktober 2021, 19:24
covid-19, jakarta, corona
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Sejumlah siswa dan guru antre untuk melakukan tes antigen di SDN Depok 1, Depok, Jawa Barat, Senin (18/10/2021). Foto: Antara

Pemerintah melaporkan adanya 633 kasus Covid-19 pada Kamis (21/10). Provinsi DKI Jakarta masih mencatat pasien terbanyak yakni 89 orang hari ini.

Meski demikian, tren kasus positif corona di Ibu Kota terus menurun sejak 16 Oktober 2021. Pada tanggal tersebut pasien baru Covid-19 Jakarta bertambah 154 orang.

 

Provinsi Jawa Tengah mencatatkan kasus kedua terbanyak yakni 88 orang. Berikutnya adalah Jawa Timur dengan 64 pasien baru.

Total kasus baru hari ini didapatkan dari tes terhadap 148.492 orang. Ini berarti rasio positif atau positivity rate kasus corona yang dilaporkan mencapai 0,45%.

Sedangkan angka kematian pasien positif hari ini bertambah 43 orang. Jawa Tengah menyumbang kematian pasien terbanyak yakni 15 orang.

Adapun angka kesembuhan Covid-19 hari ini meningkat 1.372 orang. Jawa Barat menyumbang angka pemulihan terbanyak yakni 213 orang.

Pemerintah juga melaporkan pengurangan angka kasus aktif menjadi 15.594 orang hari ini. Sedangkan 4.336 orang dinyatakan sebagai suspek corona.

Penyebab laju kasus Covid-19 di Indonesia yang menurun di antaranya karena imunitas alami yang diperoleh para penyintas Covid-19. Ahli epidemi dari Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut hal tersebut sebagai sebuah keajaiban sebab berkontribusi besar pada penurunan laju kasus di Tanah Air.

"Orang yang terinfeksi di Indonesia sudah cukup banyak dan sudah punya imunitas dan ditambah vaksin, itu efektif," kata Pandu Riono dalam acara Talkshow Antara, Kamis (21/10).

Pandu mengatakan seorang penyintas Covid-19 yang kemudian menerima vaksin bakal memiliki kadar imun tubuh yang sangat tinggi. "Kadang kami sebut sebagai super immunity karena kadar imunnya tinggi," katanya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait