Jokowi Targetkan Pesantren Mampu Cetak Santri Menjadi Pengusaha

Jokowi juga menargetkan Indonesia mampu menjadi pusat ekonomi syariah dunia
Image title
22 Oktober 2021, 11:54
jokowi, santri, pesantren
Katadata
Presiden Joko Widodo saat peluncuran Gerakan Cinta Zakat di Istana Negara, Jakarta 15 April 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo pada hari ini menghadiri peringatan Hari Santri Nasional. Dalam pidatonya, Jokowi meminta lebih banyak wirausaha yang lahir dari kalangan santri.

Untuk itu, peran pendidikan di pesantren, madrasah, dan pendidikan tinggi agama islam harus strategis demi mencetak wirausaha baru. "Ini untuk mencetak lulusan invoatif dan kewirausahan, cetak lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja dan jadi wirausahawan yang sukses," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/10).

 

Selain itu ia menargetkan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Potensi ini besar lantaran RI merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dunia. 

Selain itu perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cukup pesat. Data State of the Global Islamic Economy Report menunjukkan, peringkat ekonomi syariah Indonesia menduduki peringkat keempat dunia pada 2020.

"Harus menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal di dunia. Indonesia harus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah dunia," kata Jokowi.

Meski demikian, perlu upaya keras semua pihak agar ekonomi syariah tumbuh pesat. Selain itu, Masyarakat Ekonomi Syariah juga bisa menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah yang menyentuh umat.

"Bangun ekonomi inklusif yang berdayakan dan mampu bertahan hadapi berbagai macam krisis," ujar Presiden.

Di kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan Indonesia harus meningkatkan industri jasa keuangan syariah. "Sehingga bisa bergerak cepat dan memajukan keseimbangan ekonomi yang selalu digaungkan," kata Erick.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya, penyelenggaraan Indonesia International Halal Fair untuk mempromosikan produk halal unggulan Indonesia kepada dunia.

Kemudian, Kementerian BUMN dan Bank Indonesia melakukan pembagian sertifikasi halal gratis bagi UMKM. Selanjutnya, pemerintah menyelenggarakan webinar nasional wakaf produktif.

Langkah lainnya dilakukan PT Pertamina (Persero) juga membangun Petrashop untuk memasarkan produk dari para pesantren dan santri. "Sehingga mereka menjadi bagian kesimbangan ekonomi yang diharapkan oleh Bapak Presiden," kata Erick.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait