Singapura Longgarkan Perjalanan dari Indonesia dan Malaysia

Pelancong dari Indonesia dan Malaysia bisa menjalani karantina 10 hari di tempat tinggal atau akomodasi yang ada di Singapura
Ameidyo Daud Nasution
24 Oktober 2021, 09:37
Singapura, covid-19, indonesia, malaysia
Pixabay/Graham Hobster
Ilustrasi Singapura

Pemerintah Singapura melonggarkan perjalanan dari beberapa negara termasuk Indonesia dan Malaysia mulai Rabu (27/10) mendatang. Hal ini seiring menurunnya kasus Covid-19 di sejumlah negara.

Singapura juga telah memasukkan Indonesia dan Malaysia dalam status Kategori III bersama Kamboja, Israel, Qatar, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.  Nantinya pelancong dari kedua negara secara otomatis bisa menjalani karantina 10 hari di tempat tinggal atau akomodasi.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan situasi banyak negara saat ini sudah mulai stabil dari corona. Oleh sebab itu mereka mulai membuka pintu lebih lebar. “Jadi kami bisa membuka jalur perjalanan denga naman,” katanya dikutip dari The Straits Times, Minggu (24/10).

 

Advertisement

Singapura memang membagi negara dalam empat klasifikasi profil risiko Covid-19. Cina, Hong Kong, dan Makau masuk dalam Kategori I yakni hanya perlu melakukan tes PCR ketika tiba.

Kategori II adalah negara yang perlu melakukan karantina tujuh hari ketika tiba di Singapura. Inggris, Amerika Serikat, hingga Australia masuk dalam kategori ini. Sedangkan Kategori III perlu menjalani isolasi 10 hari di tempat tinggal atau akomodasi yang ditentukan. Terakhir, Kategori IV yang wajib karantina 10 hari di tempat yang telah ditentukan pemerintah. 

Selain itu Singapura juga mengizinkan pengunjung dari Bangladesh, India, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka untuk masuk. Mereka juga akan memfasilitasi masuknya pekerja rumah tangga yang telah menjalani vaksinasi lengkap.

Ong mengatakan langkah ini akan dilakukan sembari memantau penularan Covid-19. “Kami akan meninjau secara etratur dengan Kementerian Tenaga Kerja,” katanya.

Meski demikian kasus Covid-19 di Singapura terus melonjak meski hanya tersisa sedikit warganya yang belum divaksinasi.  Terdapat 3.637 kasus baru dengan 14 kematian pada Jumat (22/10). 

Berdasarkan data Pemerintah Singapura, terdapat 338 kasus serius yang membutuhkan oksigen dan 57 kasus berada di ICU. Dalam 28 hari terakhir, 98,7% kasus bergejala ringan atau tanpa gejala, 1% membutuhkan oksigen, 0,1% membutuhkan perawatan ICU, dan 0,2% meninggal dunia. 

Meski tetap mewajibkan penggunaan masker, pembatasan sosuak yang ketat, dan tersedianya vaksin booster Covid-19, kasus terus meningkat didorong oleh varian Delta. Total kematian akibat Covid-19 naik lima kali lipat dari posais awal September sebanyak 55 orang menjadi 280 orang.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait