Jokowi Lantik Ivan Yustiavandana Jadi Kepala PPATK, Ini Profilnya

Dia sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan PPATK
Image title
25 Oktober 2021, 11:24
ppatk, jokowi, keuangan
Antara
Presiden Joko Widodo melantik Ivan Yustiavandana sebagai Kepala PPATK di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/10). Foto: Antara

Presiden Joko Widodo resmi melantik Ivan Yustiavandana sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk periode 2021-2026. Ia menggantikan posisi Dian Ediana Rae yang masa jabatannya berakhir pada tahun ini.

Pengangkatan Ivan sebagai Kepala PPATK tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 48/M/Tahun 2021 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Keputusan Presiden itu ditetapkan pada 22 Oktober 2021.

Pelantikan dilaksanakan dengan pembacaan sumpah jabatan Ivan di hadapan Jokowi.  "Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada negara, konstitusi, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Ivan saat mengulang sumpah yang dibacakan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/10).

 

Advertisement

 

Ivan bukanlah sosok yang asing di lingkungan PPATK lantaran bekerja di lembaga tersebut sejak 2003. Mengutip dari laman PPID PPATK, dia sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan. 

Dia pernah menjabat sebagai Ketua Kelompok Riset dan Analis Non Bank dan dilanjutkan sebagai Direktur Pemeriksaan, Riset, dan Pengembangan. Ivan juga sempat mengomandani pelaksanaan fungsi PPATK dalam memproduksi Hasil Pemeriksaan dan Riset Strategis di bidang anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APUPPT).

Ia juga pernah menjadi koordinator yang memimpin dan mengarahkan penyusunan National Risk Assessment on Money Laundering (NRA-ML) dan National Risk Assessment on Terrorist Financing (NRA-TF), Financial Integrity Rating (FIR), Indeks Efektivitas Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan TPPT, hingga Indeks Persepsi Publik terkait Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan TPPT.

PPATK
PPATK (Arief Kamaludin|KATADATA)

 

Di lingkup regional dan internasional, ia aktif dalam Financial Intelligence Consultative Group (FICG), Anti-Money Laundering/Counter-Terrorist Financing Work Stream di kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru. Kemudian, ia dilantik menjadi Deputi Bidang Pemberantasan pada Agustus 2020 hingga saat ini menjadi pucuk pimpinan PPATK.

Ivan mengenyam pendidikan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Jember. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Washington College Of Law, Washington DC. USA serta menerima gelar LL.M. Ia kemudian mendapatkan gelar Doktor Cumlaude pada Fakultas Hukum Universitas Gajahmada, Yogyakarta.

Adapun, total kekayaan Ivan pada laporan periode 2020 berjumlah Rp 4,09 miliar yang terdiri dari tanah dan bangunan Rp 2,42 miliar, alat transportasi dan mesin Rp 2,6 miliar, dan harta bergerak lainnya Rp 155 juta. Kemudian, surat berharga sebanyak Rp 80 juta, kas dan setara kas Rp 310 juta, harta lainnya Rp 725 juta, dan utang Rp 2,2 miliar.

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait