Inggris Akui Vaksin Covid-19 Sinovac, Syarat Perjalanan Makin Longgar

Ameidyo Daud Nasution
9 November 2021, 12:53
inggris, vaksin, sinovac, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/John Sibley/aww/cf
John Sibley Sebuah keluarga berjalan menyebrangi Jembatan Westminster yang kosong di dekat Gedung Parlemen saat Hari Tahun Baru di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di London, Britain, Jumat (1/1/2021).

Inggris telah mengakui seluruh vaksin Covid-19 yang masuk daftar izin darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini berarti mereka yang menerima suntikan Sinovac, Sinopharm, dan Covaxin dapat masuk Negeri Ratu Elizabeth itu.

Hal tersebut berlaku mulai Senin (22/11) pukul 04.00 waktu setempat. Langkah ini menyusul Amerika Serikat yang memberikan lampu hijau bagi seluruh merek vaksin yang masuk daftar WHO.

“Pengumuman hari ini menandai langkah selanjutnya dalam memulai kembali perjalanan internasional,” kata Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps dikutip dari laman resmi Pemerintah Inggris, Selasa (9/11).

 

Penumpang yang telah menjalani vaksinasi lengkap dan menerima sertifikat tak harus menjalani tes pra keberangkatan, tes hari kedelapan serta isolasi saat tiba. Sebagai gantinya, mereka hanya perlu membayar tes lateral pada hari kedua usai kedatangan.

Pemerintah Inggris juga menyederhanakan aturan perjalanan bagi anak-anak. Mereka yang berusia di bawah 18 tahun akan disamakan statusnya dengan orang yang mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

“Kami membawa kabar baik lebih lanjut bagi keluarga yang ingin bertemu orang yang dicintai,” kata Shapps.

Meski demikian Inggris akan terus meninjau perbatasan dan daftar merah mereka. Otoritas setempat juga tak segan memberlakukan pembatasan lagi untuk melindungi kesehatan masyarakat.

“Daftar merah dan sistem karantina tetap penting. Kami tak ragu menambahkan negara ke daftar merah jika diperlukan,” kata Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Sajid Javid.

Pemerintah Inggris mengatakan kebijakan ini akan memudahkan kunjungan dari negara-negara seperti Malaysia, India, serta Uni Emirat Arab. Sebelumnya Inggris telah mengakui vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, serta Johnson & Johnson.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait