Kemenkes Targetkan Suntikan Vaksin Booster Mulai Januari Tahun Depan

Vaksin booster akan diutamakan bagi tenaga kesehatan dan lansia
Ameidyo Daud Nasution
16 November 2021, 19:25
vaksin, booster, covid-19
ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.
Petugas medis menunjukkan vaksin Moderna saat vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (13/8/2021). Sebanyak 3000 tenaga kesehatan di Sidoarjo mendapatkan vaksinasi tahap ketiga sebagai booster agar antibodi di dalam tubuh membentuk sistem imun yang kuat. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.

Pemerintah terus mematangkan rencana pemberian dosis tambahan vaksin Covid-19. Kementerian Kesehatan akan memulai booster vaksin pada Januari atau Februaru 2022.

Untuk awalnya, vaksin booster akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan dan lanjut usia. Berikutnya adalah peserta Penerima Bantuan iuran (PBI) Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) serta masyarakat umum.

Sedangkan terkait teknis pelaksanaannya, Kemenkes masih menunggu hasil kajian para ahli. Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan mereka menanti masukan pakar untuk mengetahui rentang waktu pemberian vaksin tambahan.

“Apakah setelah enam bulan atau tiga bulan, ini yang kami tunggu dari para ahli,” kata Nadia dalam sebuah webinar, Selasa (16/11) dikutip dari Antara.

 

Meski demikian, saat ini Kemenkes masih fokus untuk mengejar cakupan vaksinasi pertama dan kedua. Nadia mengatakan dosis ketiga akan dilaksanakan ketika pemberian vaksin terutama bagi lansia telah mencapai 60 sampai 70 persen.

Saat ini cakupan dosis pertama lansia baru mencapai 9,5 juta atau 44%. Padahal kelompok ini rentan sakit hingga meninggal jika terkena Covid-19.

“Ini kemudian mengapa akan kami lakukan jika sudah dosis pertama dan lansia sudah mencapai 60 sampai 70%,” katanya.

 

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemberian dosis tambahan akan  dimulai kalau 50% masyarakat Indonesia sudah mendapatkan suntikan dosis kedua. Budi enggan terburu-buru dalam memberikan vaksin lantaran hal ini masih menjadi isu sensitif di dunia. Apalagi masih banyak penduduk di belahan lain dunia belum mendapatkan vaksin.

"Kalau kita terlalu cepat, akan dilihat sebagai negara yang tidak memperlihatkan itikad baik untuk (mewujudkan) equity vaccine (vaksin yang merata)," ujar dia pekan lalu.


Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait