RI Kedatangan 4,8 Juta Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Moderna

Sebanyak empat juta vaksin AstraZeneca merupakan pembelian langsung. Sedangkan 800 ribu Moderna merupakan sumbangan dari Pemerintah Belanda
Ameidyo Daud Nasution
19 November 2021, 16:00
vaksin, astrazeneca, moderna, covid-19
Katadata
Kedatangan vaksin AstraZeneca dan Moderna di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (19/11). Foto: Kemenkominfo.

Jumlah stok vaksin Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Hal ini seiring kedatangan 4,8 juta vaksin mereka AstraZeneca dan Moderna pada Jumat (19/11).

Sebanyak 4.059.290 dosis vaksin AstraZeneca yang tiba hari ini didapatkan dari pembelian langsung. Sedangan 800 ribu vaksin Moderna merupakan donasi dari Pemerintah Belanda.  

“Hingga saat ini lebih dari 340 juta dosis vaksin yang berhasil didatangkan lewat berbagai skema,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan resmi Kemenkominfo, Jumat (19/11).

 

Advertisement

Johnny juga berterima kasih kepada Pemerintah Belanda atas donasi vaksin Moderna. Dengan tambahan ini, maka pemerintah akan menggenjot percepatan dan perluasan vaksinasi Covid-19 agar sasaran dapat tercapai.

“Masih ada target vaksinasi 70% yang harus kami kejar hingga akhir tahun untuk mencapai kekebalan komunal,” ujarnya.

Selain vaksinasi, pemerintah juga akan terus menegakkan protokol kesehatan demi mencegah kasus Covid-19 menanjak. Salah satunya dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada 24 Desember hingga 2 Januari mendatang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak bermobilitas. Sedapat mungkin menahan diri tidak bepergian dulu pada akhir tahun,” kata Johnny.

Sedangkan Kementerian Kesehatan akan memulai booster vaksin pada Januari atau Februari 2022. Untuk awalnya, vaksin booster akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan dan lanjut usia. Berikutnya adalah peserta Penerima Bantuan iuran (PBI) Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) serta masyarakat umum.

Sedangkan terkait teknis pelaksanaannya, Kemenkes masih menunggu hasil kajian para ahli. Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan mereka menanti masukan pakar untuk mengetahui rentang waktu pemberian vaksin tambahan. “

"Apakah setelah enam bulan atau tiga bulan, ini yang kami tunggu dari para ahli,” kata Nadia dalam sebuah webinar, Selasa (16/11).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait