PPKM Jawa Bali Diperpanjang Dua Pekan, 8 Kabupaten Kota Masuk Level 1

Selain itu ada 23 kabupaten dan kota di Jawa Bali masuk dalam status PPKM Level 2
Image title
29 November 2021, 21:47
ppkm, ppkm level 1, jawa bali, covid-19, luhut
ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp.
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Berdasarkan data Polda Metro Jaya arus lalu lintas kendaraan di wilayah DKI Jakarta meningkat hingga 40 persen pada masa penerapan pemberlakuan PPKM level satu.

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali hingga 13 Desember mendatang. Selain itu ada 8 kabupaten dan kota yang masuk dalam pembatasan level 1.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi membenarkan perpanjangan PPKM telah diputuskan pemerintah. "Diperpanjang dua pekan," kata Jodi dalam keterangan kepada wartawan, Senin (29/11).

 Selain itu, ada 23 kabupaten dan kota yang masuk dalam status PPKM level 2. Penetapan tersebut dilakukan hasil asesmen yang dilakukan pada 27 November 2021.

Selain itu hasil kajian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, 10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 diantaranya berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Penetapan status ini karena turunnya angka tracing (pelacakan) anggota aglomerasi di wilayah tersbut.

Advertisement

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, PPKM cukup mampu menekan angka penularan Covid-19.

Hal ini dibuktikan dengan jumlah kasus  yang terus terjaga pada tingkat yang rendah. Jumlah pasien baru terus ditekan dan penurunannya ada di angka 99% sejak puncak kasus bulan Juli lalu. 

Meski demikian, Luhut meminta masyarakat tetap waspada. "Karena saat ini terjadi penambahan kasus aktif nasional. Spesifik di Jawa-Bali, peningkatannya terjadi 4 hingga 5 hari berturut-turut pada periode awal munculnya varian Delta," kata Luhut dalam keterangan resminya, Senin (29/11).

Terkait perkembangan kasus varian Omicron, pemerintah telah mengambil langkah-langkah pembatasan. Varian baru ini diketahui telah menyebar di beberapa negara, seperti Afrika Selatan, Botswana, Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia, dan Hongkong.

Luhut juga meminta agar masyarakat tidak panik karena varian Omicron. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berjaga-jaga dengan mengetatkan protokol kesehatan yang mulai longgar saat ini.

Berdasarkan data Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat, mobilitas masyarakat sudah meningkat cukup signifikan dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru 2020 serta Libur Idul Fitri 2021.

"Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat," ujarnya.

Sedangkan jumlahtes dan penelusuran sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan November tahun lalu. Tingkat vaksinasi juga sudah mencapai di atas 60%, naik dari tahun 2020 di saat program suntikan belum berjalan.

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait