Jokowi Ajak Kadin Fokus Garap Energi Hijau dan Terbarukan

Jokowi mengatakan transisi energi hijau juga akan menjadi fokus Indonesia dalam Presidensi G20 hingga 2022 mendatang
Ameidyo Daud Nasution
3 Desember 2021, 21:48
jokowi, kadin, ekonomi hijau, lingkungan
Sekretariat kabinet/twitter
Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Komisaris dan Direksi PT Pertamina dan PT PLN, 16 November 2021

Presiden Joko Widodo pada hari ini membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2021. Dalam pidatonya, Jokowi meminta Kadin segera merespons permintaan dunia akan ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Jokowi juga menjelaskan transisi energi hijau juga akan menjadi fokus Indonesia dalam Presidensi G20 hingga 2022 mendatang. Oleh sebab itu Presiden mengajak para pengusaha untuk merespons langkah besar ini, salah satunya lewat pengembangan energi ramah lingkungan.

“Secepatnya kita geser arah ekonomi kita sesuai yang akan dibicarakan di G20,” kata Jokowi di Rapimnas Kadin di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/12).

 

Advertisement

Jokowi memprediksi negara-negara di Eropa akan segera fokus untuk menerima produk-produk ramah lingkungan ke depannya. Sedangkan Indonesia juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi hijau.

Salah satu contohnya adalah 4.400 sungai yang bisa dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Belum RI juga memiliki sumber energi dari panas bumi yang belum tergarap optimal.

“Potensi geothermal kita bisa 29 ribu megawatt, baru terpakai 2.000 watt, belum ada 10%,” kata Jokowi.

Secara khusus, Jokowi juga meminta Rapimnas Kadin bisa menghasilkan strategi yang detail tentang transformasi ekonomi RI menuju ramah lingkungan. Hal ini lantaran para pengusaha yang lebih tahu kebutuhan mereka di lapangan.

“Detailkan transformasi ekonomi mulai dari green economy, green energy, green tourism, blue economy seperti apa,” ujarnya.

Turut menghadiri acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, hingga Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Sedangkan dari Kadin hari Ketua Umumnya yakni Arsjad Rasjid serta Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Anindya Bakrie. Hadir pula Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan, dan Pertahanan Kadin yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait