Filipina Laporkan Kasus Pertama Omicron, Indonesia Makin Terkepung

Sebelumnya Singapura, Malaysia, dan Thailand telah melaporkan kasus varian Covid-19 Omicron pertama mereka
Ameidyo Daud Nasution
15 Desember 2021, 17:14
omicron, covid-19, filipina
Pixabay
Ilustrasi varian Covid-19

Jumlah tetangga Indonesia yang kebobolan Covid-19 varian Omicron bertambah banyak. Filipina hari ini resmi mengumumkan adanya dua kasus varian impor tersebut.

Kasus terdeteksi dari 48 sampel yang diperiksa pada Selasa (15/12). Satu merupakan warga negara Filipina yang tiba dari Jepang dengan Philippine Airlines pada 1 Desember.

“Tak menunjukkan gejala tapi memiliki pilek dan batuk saat tiba,” kata Kementerian Kesehatan Filipina, Rabu (15/12) dikutip dari Reuters.

 Satu kasus berikutnya adalah warga negara Nigeria yang tiba pada 30 November dengan penerbangan Oman Air. “Statusnya saat ini tanpa gejala,” bunyi pernyataan Kemenkes Filipina.

Advertisement

Sebelumnya Thailand telah mendeteksi kasus pertama varian virus corona Omicron pada Senin (6/12). Kasus tersebut ditemukan pada seorang warga negara Amerika Serikat (AS) yang melakukan perjalanan ke negara itu dari Spanyol akhir bulan lalu.

Sedangkan Malaysia mengumumkan adanya satu kasus mutasi tersebut pada Jumat (3/12). Kasus Omicron ditemukan pada mahasiswa asing yang menjalani karantina setelah tiba dari Afrika Selatan dua pekan lalu. Mahasiswa tersebut tiba di Malaysia pada 19 November setelah transit di Singapura.

Begitu pula Singapura yang mendeteksi dua kasus impor varian Omicron Covid-19 pada Kamis (2/12).   Salah satunya merupakan penduduk tetap Singapura berusia 44 tahun. Ia tiba di dari Mozambik, di Afrika bagian selatan yang berbatasan dengan Afrika Selatan, dan sempat transit di Johannesburg.

Tak hanya di Asia Tenggara, tetangga RI di selatan yakni Australia juga telah mendeteksi enam kasus varian Omicron. Salah satunya merupakan seorang wanita berusia 30-an yang dinyatakan positif setelah tiba dari Afrika Selatan pada Sabtu (27/11).

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat agar tidak ke luar negeri, kecuali ada keperluan yang sangat penting. Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali itu tidak ingin varian baru corona masuk ke Tanah Air akibat adanya pihak yang tidak disiplin.

Ia juga meminta tidak ada upaya melarikan diri dari karantina. "Jangan bawa penyakit ke dalam negeri. Kami tidak ingin Omicron dibawa masuk oleh yang berlibur keluar," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin (13/12).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait