BKPM Kawinkan Investor Kakap dengan 383 UMKM, Total Nilainya Rp 2,7 T

Angka tersebut didapatkan dari 89 PMA/PMDN yang menggandeng 383 UMKM. BKPM berharap usaha kecil profesional agar bisa memperluas pasar mereka
Ameidyo Daud Nasution
19 Desember 2021, 11:06
umkm, investasi, bkpm
ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/nz
Ilustrasi kegiatan UMKM di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (11/11/2021).

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah memfasilitasi kerja sama antara investasi besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan nilai Rp 2,7 triliun pada tahun ini.

Capaian tersebut meningkat 82% dari 2020 senilai Rp 1,5 triliun. Sedangkan angka kerja sama tahun ini didapatkan dari 89 Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menggandeng 383 usaha kecil dengan program kemitraan.

“UMKM harus didorong kolaborasi, kalau tidak diberikan kesempatan maka susah untuk naik kelas,” kata Menteri Investasi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/12).

 

Langkah ini merupakan arahan langsung Presiden Joko Widodo untuk menciptakan kegiatan usaha baru di daerah. Pemerintah juga telah membuka kesempatan pada pengusaha daerah memudahkan investasi lewat sistem Online Single Submission (OSS).

“Target kami tahun 2022 minimal (bisa kerja sama senilai) Rp 5 triliun,” kata Bahlil.

Bahkan Bahlil pada Sabtu (18/12) menyaksikan penandatanganan kerja sama antara 15 usaha besat dengan 25 UMKM. Dia berharap kolaborasi ini bisa menguntungkan kedua belah pihak ke depannya.

“Kepada teman-teman UMKM kerjanya harus profesonal. Ini kesempatan membangun akses pasar internasional,” katanya.

Adapun UMKM saat ini cukup terdampak dampak pandemi Covid-19. Survei Badan Program Pembangunan PBB (United Nations Development Programme/UNDP) menunjukkan, 24% usaha kecil di Indonesia tak beroperasi saat pandemi virus corona Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 35,2% responden beralasan kekurangan uang untuk membiayai produksi.

Salah satu usaha kecil yang menandatangani kerja sama dengan usaha besar adalah PT Kayu Lima Utama. Managing Director perusahaan tersebut, Amal Fahmi berharap kerja sama dengan investasi besar dapat membantu pihaknya membuka pasar lebih luas.

“Selain itu agar kami bisa memperluas ke sektor lainnya yaitu mainan anak,” katanya.

Dari data BKPM, jumlah kegiatan investasi besar yang terlibat dalam kerja sama ini naik 59% menjadi 89 tahun ini. Sedangkan usaha kecil yang digandeng juga melonjak 99% menjadi 383 UMKM.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait