Delta Masih Dominasi Penularan Covid-19 RI Meski Omicron Telah Masuk

Jumlah kasus Delta yang terdeteksi mencapai 6.124 selama 12 bulan terakhir. Seluruh varian Omicron yang ditemukan berada di Jakarta
Image title
21 Desember 2021, 15:18
omicron, delta, covid-19
Edward Jenner/Pexels
Ilustrasi virus Covid-19

Pemerintah terus memeriksa sebaran varian Covid-19 yang ada di Indonesia. Dari hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, varian Delta masih mendominasi penyebaran corona RI meski Omicron telah terdeteksi.

Total kasus Omicron di Indonesia selama 12 bulan terakhir mencapai 3 kasus, Delta 6.124 kasus, Beta 22 kasus, dan Alpha 81 kasus. Varian Delta, Omicron, Beta, dan Alpha terdeteksi berada di DKI Jakarta.

 

Pada Januari-19 Desember 2021, varian Omicron di ibu kota negara mencapai 3 kasus, sementara Delta sebanyak 1.690 kasus, Beta 22 kasus, dan Alpha 38 kasus. Adapun, total sekuens yang diperiksa di Jakarta mencapai 2.419 kasus.

Selanjutnya, Jawa Barat mencatat kasus Delta terbanyak kedua, yaitu 999 kasus. Sementara, kasus Beta di Jawa Barat sebanyak 3 kasus dan Alpha 20 kasus. Total sekuens yang diperiksa di Jawa Barat mencapai 1.768 kasus.

Selain itu, Kalimantan Timur memiliki 579 kasus Delta. Namun, Kalimantan Timur tidak terdapat varian virus corona lainnya. Jumlah sekuens yang dilakukan di Kalimantan Timur sebanyak 653 kasus.

Begitu pula dengan Kalimantan Barat yang melaporkan 249 varian Delta,  tertinggi ketiga di Indonesia. Selain itu, Kalimantan Barat tidak menemukan varian lain. Adapun, total sekuens di Kalimantan Barat mencapai 279 kasus.

Sedangkan Provinsi Jawa Tengah melaporkan 361 kasus Delta dan 1 kasus Alpha. Sedangkan, total sequencing yang dilakukan di Jateng mencapai 461 kasus.

Selain itu Jawa Timur mencatat ada 129 kasus varian Delta, 6 kasus Beta, dan 4 kasus Alpha. Jumlah tersebut diperoleh dari pemeriksaan terhadap 323 sampel kasus.

Di Bali, total kasus Delta mencapai 157. Sementara, varian Alpha dan Beta masing-masing sebanyak 1 kasus. Jumlah sekuens di Bali yang diperiksa mencapai 595 kasus. 

Adapun Omicron telah menyebar ke enam negara di Asia Tenggara, menurut laporan GISAID hingga Senin 20 Desember 2021. Secara total, ada 51 kasus Covid-19 varian Omicron yang tercatat di kawasan ini.

Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia baru menetapkan lima varian yang termasuk kategori varian yang diwaspadai, yaitu B117 Alfa, B1351 Beta, B1617.2 Delta, B.1.1.529 Omicron, dan P1 Gamma. Namun, Gamma belum teridentifikasi di Indonesia.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri terlebih dahulu. Hal ini mengingat laju penyebaran Omicron terbukti sangat cepat.

Dia mengklaim Indonesia sebagai salah satu negara paling aman dari Covid-19. Namun, saat seseorang ke luar negeri, sama artinya dengan keluar dari zona aman menuju zona berbahaya. 

Saat ini penting bagi masyarakat untuk saling menjaga orang-orang terdekat agar tidak tertular Covid-19, terlebih dengan kehadiran Omicron saat ini. "Jadi saya tegaskan kembali agar tidak berpergian ke luar negeri dahulu untuk kebaikan kita bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/12).

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait