Kasus Covid-19 Jakarta Melonjak 60% di Hari Terakhir 2021

Sedangkan tren kasus Covid-19 Indonesia masih menurun. Jumlah pasien baru corona nasional hari ini bertambah 180 orang
Ameidyo Daud Nasution
31 Desember 2021, 18:28
covid-19, virus corona, jakarta
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Pengendara sepeda melintasi mural bertemakan sosialisasi untuk vaksinasi COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Senin (15/11/2021).

Tren kasus Covid-19 terus mengalami penurunan hingga hari penghujung tahun 2021. Pemerintah melaporkan pasien baru corona bertambah 180 pada Jumat (31/12), turun dari 189 pada Kamis (30/12).

Meski demikian, kasus Covid-19 di Provinsi Jakarta terus menunjukkan tren lonjakan. Jumlah pasien baru corona di ibu kota bertambah 60% dari 53 kemarin menjadi 87 hari ini.

 

Sedangkan Jawa Barat berada di peringkat kedua dengan 19 kasus positif hari ini, berikutnya adalah Jawa Timur yang melaporkan 18 pasien baru.

Kasus nasional hari ini didapatkan pemerintah dari pemeriksaan terhadap 149.670 orang. Ini berarti rasio positif Covid-19 yang diperoleh mencapai 0,12%.

Selain itu pemerintah juga melaporkan adanya tambahan pasien meninggal sebanyak enam orang. Mayoritas berasal dari Jawa Timur dengan jumlah kematian sebanyak empat orang.

Sedangkan angka kesembuhan pasien hari ini bertambah 193 orang. Angka terbanyak disumbang oleh Jawa Barat yang menyumbangkan 45 pasien pulih.

Pemerintah juga melaporkan kasus aktif Covid-19 menurun 19 menjadi 4.292 orang. Selain itu ada pula 4.183 yang dinyatakan sebagai suspek virus corona.

Sedangkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimistis kasus Covid-19 akan tetap terkendali setidaknya hingga Maret 2022. Asumsi ini, menurut Budi, muncul karena lonjakan gelombang kedua akibat varian Delta pada awal Juli lalu menyebabkan terbentuknya antibodi yang kuat di tengah penduduk Indonesia.

Ini kemudian semakin diperkuat dengan adanya akselerasi vaksinasi sejak beberapa bulan terakhir. "Dari perspektif saya untuk enam bulan ke depan setelah Agustus atau September, kondisi kita cukup aman," kata Budi dalam acara US-Indonesia Investment Summit secara virtual, Senin (13/12).

Pemerintah akan memulai tambahan dosis (booster) vaksin Covid-19 pada 12 Januari 2022 mendatang. Kelompok masyarakat lanjut usia akan menjadi sasaran awal suntikan ketiga ini.  “Lansia dahulu,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pesan singkatnya kepada Katadata.co.id, Jumat (31/12).


 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait