Jokowi Pangkas Karantina Perjalanan Internasional Jadi 7-10 Hari

Durasi karantina pelaku perjalanan dari negara yang tidak mengalami kasus Omicron tinggi akan dipersingkat dari 10 hari menjadi 7 hari
Image title
3 Januari 2022, 15:52
karantina,
ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/wpa/aww.
Calon penumpang berjalan menuju pesawat di ruang keberangkatan Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Minggu (19/12/2021). Operator Bandara Sentani memprediksi terjadi kenaikan penumpang dari Bandara Sentani sekitar 18 persen pada libur natal dan tahun baru 2022 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 83.703 orang. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/wpa/aww.

Pemerintah kembali mengubah kebijakan durasi karantina bagi pelaku perjalanan internasional. Presiden Joko Widodo memutuskan, masa karantina dipangkas dari 14 hari menjadi 10 hari bagi pelaku perjalanan dari negara dengan kasus Omicron tinggi.

Sementara, durasi karantina pelaku perjalanan dari negara yang tidak mengalami kasus Omicron tinggi akan dipersingkat dari 10 hari menjadi 7 hari. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga memastikan, tidak ada kebijakan diskresi karantina.

"Presiden mengingatkan. Kalau tidak, nanti kita tidak disiplin," usai rapat terbatas dengan Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/1).

 Seiring dengan hal itu, pemerintah juga menambah daftar negara dengan kasus Omicron tinggi. Meski demikian belum ada detail negara yang masuk dalam daftar.

Advertisement

Tak hanya itu, pemerintah menyiapkan sejumlah pintu masuk untuk pelaku perjalanan luar negeri. Salah satu yang disiapkan adalah Bandara Internasional Juanda, Surabaya sebagai pintu kedatangan internasional.

Sementara, pintu masuk darat terdapat di Entikong, Kalimantan Barat. Kemudian, ada pula pintu masuk jalur laut di Batam dan Tanjung Pinang. "Di Kepulauan Riau seluruhnya disiapkan kekarantinaan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

wisma
wisma (lpmpdki.kemdikbud.go.id)

 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat disiplin menjalankan karantina. Sebab, pemerintah sudah menemukan 146 kasus Omicron yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

"Negara kita itu aman, (tapi) teman-teman datang dari luar malah ketularan," kata mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu.

Meski begitu, jumlah Covid-19 varian teranyar di Indonesia dinilai masih rendah. Ini lantaran pemerintah telah menerapkan kebijakan karantina pelaku perjalanan internasional dengan cukup ketat.

Di Asia Tenggara, Indonesia berada pada posisi 40, mengungguli Singapura dengan jumlah Omicron 1.600 kasus dan Thailand 1.500 kasus. Sedangkan di kawasan lain, kasus Omicron sudah mencapai ribuan. Amerika Serikat, Inggris, hingga Denmark sudah memiliki Omicron di atas 20 ribu kasus.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait