Studi Israel: Empat Dosis Vaksin Covid Naikkan Antibodi 5 Kali Lipat

Israel telah memberikan suntikan dosis keempat untuk orang di atas 60 tahun, petugas kesehatan, dan pasien dengan kelainan imun.
Ameidyo Daud Nasution
5 Januari 2022, 11:52
israel, vaksin booster, covid-19, corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Corinna Kern/HP/sa.
Corinna Kern Seorang wanita menerima vaksinasi melawan virus corona (COVID-19) sebagai bagian dari inisiatif kota Tel Aviv yang menawarkan minuman gratis di sebuah bar kepada penduduk yang mendapatkan suntikan, di Tel Aviv, Israel, Kamis (18/2/2021).

Israel memberikan vaksin Covid-19 booster ganda atau dosis keempat kepada lansia dan tenaga kesehatan. Dari hasil studi mereka, antibodi dapat meningkat lima kali lipat seminggu setelah suntikan diberikan.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan hal tersebut dengan mengutip temuan awal dari sebuah penelitian Israel. Negara tersebut memberikan vaksin booster untuk mencegah penularna Omicron.

"Seminggu setelah pemberian dosis keempat, kita melihat peningkatan lima kali lipat dalam jumlah antibodi pada orang yang divaksinasi," kata Bennett di Sheba Medical Center, Selasa (4/1) dikutip dari Reuters.

 

Advertisement

Tak hanya itu, studi menunjukkan vaksin dosis keempat aman bagi masyarakat. Hal ini juga diketahui seminggu setelah pemberian dosis keempat.

Sebagaimana diketahui, Israel menjadi negara tercepat yang meluncurkan suntikan dua dosis ke populasi luas setahun yang lalu. Sebelumnya, mereka juga menjadi salah satu negara yang pertama kali memberikan suntikan ketiga sebagai booster.

Pemerintahan Bennett telah memberikan suntikan dosis keempat untuk orang di atas 60 tahun, petugas kesehatan, dan pasien immunocompromised atau dengan kelainan imun.

Pada 27 Desember, Sheba melakukan uji coba dengan pemberian vaksin dosis keempat jenis Pfizer-BioNTech kepada 150 personel medis yang tingkat antibodinya turun drastis.  Efek samping ringan yang dilaporkan beberapa peserta sejauh ini tidak berbeda seperti nyeri, demam, dan sakit kepala.

Data WHO menunjukkan Omicron telah menyebar dengan cepat dan muncul setidaknya di 128 negara. Jumlah kasus telah melonjak ke rekor sepanjang masa, tetapi tingkat rawat inap dan kematian sebagian besar lebih rendah daripada gelombang pandemi sebelumnya.

Di Israel, infeksi harian telah meningkat lebih dari 10 kali selama sebulan terakhir. Padahal, sekitar 60% dari 9,4 juta penduduk Israel telah divaksinasi lengkap.

Sedangkan proporsi Omicron terbanyak di dunia berada di Botswana. Negara tersebut melaporkan sebanyak 99,3% kasus Covid-19 adalam Omicron hingga 31 Desember 2021.  

Varian Omicron juga banyak terdapat di Afrika Selatan, yakni mencapai 93,8% dari total kasus Covid-19 dan menjadi yang terbesar kedua di dunia. Kemudian, kasus Covid-19 varian Omicron di Jepang dan Australia masing-masing sebesar 77,1% dan 74,5%.

Selain Israel, Jerman dan Inggris juga mulai mempertimbangkan pemberian dosis keempat. Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach mengatakan dirinya secara pribadi menganjurkan adanya suntikan booster kedua.

Namun ia mengakui bahwa belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa booster dua kali diperlukan untuk melawan Covid-19. “Secara pribadi, saya mengharapkan vaksinasi keempat,” kata Lauterbach pada 23 Desember lalu dikutip dari Politico.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait