Kasus Covid-19 RI Bertambah 454, Hampir 80% Berasal dari DKI Jakarta

DKI Jakarta melaporkan tambahan 360 kasus Covid-19. Sedangkan rasio positif corona nasional terus meningkat hingga hari ini
Ameidyo Daud Nasution
10 Januari 2022, 20:52
covid-19, corona, jakarta, omicron
. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Petugas kesehatan menunggu pasien tes usap PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan alasan pemerintah mewajibkan penumpang pesawat wajib swab test Polymerase Chain Reaction (PCR) COVID-19 karena perlu adanya penerapan metode testing dengan standar terbaik di tengah peningkatan kapasitas bahkan penuh di pesawat, namun tidak di transportasi lain

Pemerintah melaporkan kasus Covid-19 sebanyak 454 orang pada Senin (10/1). Meski demikian, Provinsi DKI Jakarta masih mendominasi penularan virus corona hingga hari ini.

Dari data Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 360 orang pada hari ini. Angka tersebut setara dengan 79,2% dari seluruh tambahan pasien.

Angka kasus di Ibu Kota terpaut jauh dari Provinsi Jawa Barat di posisi kedua yakni 27 orang. Sedangkan Banten berada di peringkat ketiga dengan tambahan 16 pasien.

Jumlah kasus positif hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 181.426 orang. Ini berarti rasio positif kasus Covid-19 yang diperoleh pemerintah mencapai 0,3%.

Advertisement

Angka kematian pasien corona hari ini juga bertambah tujuh. Jawa Tengah dan Lampung sama-sama menyumbang tambahan pasien meninggal terbanyak yakni dua orang.

Selain itu angka kesembuhan pasien Covid-19 harian juga meningkat 244. Jumlah terbanyak disumbang DKI Jakarta yang melaporkan 105 orang telah sembuh.

Pemerintah juga melaporkan kasus aktif corona meningkat 203 menjadi 6.311 pada awal pekan. Selain itu ada 3.193 orang yang dinyatakan sebagai suspek Covid-19.

Lonjakan kasus Covid-19 ini seiring bertambahnya penularan varian Omicron di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan, RI akan menghadapi gelombang penularan dalam waktu dekat.

 Ia juga memperkirakan, peningkatan kasus Omicron akan terjadi dengan cepat. Namun, penurunan jumlah pasien juga diprediksi akan terjadi dalam waktu singkat.

"Memang kenaikan transmisi Omicron akan jauh lebih tinggi dari Delta," kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/1).

Meski begitu, Budi memperkirakan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit akan lebih sedikit dibandingkan saat varian Delta merebak. Sebab, tingkat keparahan Omicron lebih ringan dibandingkan varian sebelumnya.

 Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi gelombang Omicron. "Tidak usah panik. Kita sudah persiapkan diri dengan baik," ujar dia.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait