Data GISAID: Kasus Omicron RI Naik Jadi 1.255, Tertinggi di ASEAN

Pemerintah juga telah melaporkan adanya dua pasien varian Omicron yang meninggal dunia
Ameidyo Daud Nasution
23 Januari 2022, 14:46
Omicron, covid-19, virus corona
Katadata
Omicron

Kasus positif Omicron di Indonesia berpotensi terus bertambah. Dari data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), hingga Minggu (23/1) RI telah menemukan 1.255 varian baru Covid-19 tersebut.

Angka ini bertambah dari jumlah yang dilaporkan Kementerian Kesehatan pada Jumat (21/1) lalu yakni 1.161 kasus. Dari laman GISAID, pelaporan terakhir dari Indonesia dilakukan oleh Tirta Medical Center.

Dari data tersebut, kasus Omicron Indonesia merupakan  yang tertinggi di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, Singapura melaporkan 1.169 kasus, Thailand sebanyak 624 kasus, dan Malaysia dengan 463 kasus varian tersebut.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan mencatat dua pasien Omicron meninggal dunia. Kedua kasus tersebut merupakan laporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi.

Advertisement

“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso.” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam siaran pers, Sabtu (22/1). 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi  pun menerbitkan ketentuan baru terkait perawatan untuk isolasi mandiri pasien Omicron.  Adapun, syarat isolasi mandiri di rumah meliputi usia kurang dari 45 tahun, tidak memiliki komorbid, dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya, dan berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar.

Syarat isolasi mandiri di rumah meliputi usia kurang dari 45 tahun, tidak memiliki komorbid, dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya, dan berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar.

"Kasus konfirmasi Covid-19 (varian Omicron) tanpa gejala dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah," demikian tertulis dalam surat edaran yang dikutip pada Jumat (21/1).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait