PTM 100% di Jakarta Terus Jalan Meski 90 Sekolah Tutup Karena Covid

Kapasitas PTM hanya akan diturunkan jika DKI Jakarta berstatus PPKM Level 3. Wagub meminta sekolah dan orang tua mengawasi protokol kesehatan siswa
Image title
26 Januari 2022, 18:58
ptm, jakarta, sekolah, covid-19
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 08 Kenari jakarta, Senin (3/1/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Sebanyak 90 sekolah di DKI Jakarta telah tutup usai siswa dan guru positif terkena Covid-19. Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI belum berancang-ancang menurunkan kapasitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan menurunkan kapasitas PTM jika status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jakarta naik dari level dua ke tiga. 

"Ketentuannya kalau (PPKM) level 3, baru PTM kami turunkan jadi 50 persen," kata Riza di Balai Kota, Jakarta, Rabu (26/1) dikutip dari Antara.

 

Advertisement

Sedangkan saat ini Ibu Kota masih memenuhi syarat PTM 100% sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri. Beberapa di antaranya adalah vaksinasi di atas 80%. "Bahkan 98% tenaga pendidik telah vaksinasi," katanya.

Riza juga tak menampik bahwa penularan Covid-19 menjadi pertimbangan evaluasi PTM. Namun ia politisi Partai Gerindra itu meminta sekolah dan orang tua mengoptimalkan pengawasan para siswa.

"Bagi orang tua akan memastikan anak-anaknya melaksanakan prokes dengan baik," katanya.

Sedangkan Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta PTM di Jakarta segera dievaluasi. Apalagi saat ini rasio positif corona di Jakarta terus meningkat.

"Tidak ada sekolah yang aman jika positivity rate-nya di atas 10%," kata Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar IDI Zubairi Djoerban dalam akun Twitter @ProfesorZubairi, dikutip Rabu (26/1).

Menurutnya, rasio positif yang agak aman ialah di bawah 5%. Sementara, rasio positif yang sangat aman ialah pada kisaran 3%.

Ia pun mengatakan, Indonesia saat ini perlu bersiap-siap menghadapi situasi yang tidak aman. "Notabene banyak sekolah tutup sementara. Seperti 43 sekolah di Ibu Kota," ujar dia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, rasio positif harian tes Polymerase Chain Reaction dan Tes Cepat Molekuler pada hari ini (26/1) sebesar 15,14%. Angka tersebut jauh dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5%. Sementara, rasio positif antigen hari ini mencapai 0,28%. Apabila ditotal, rasio positif harian sebesar 2,87%.

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait