Menkes Akan Jalankan 6 Pembenahan Sektor Kesehatan, Termasuk Jumlah RS

Menteri Budi Gunadi Sadikin akan mereformasi fakultas kedokteran agar tenaga kesehatan mampu lulus secara cepat dan ditempatkan ke rumah sakit.
Ameidyo Daud Nasution
10 Februari 2022, 08:36
kesehatan, covid-19, g20
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Sejumlah pasien menunggu hasil pemeriksaan COVID-19 di IGD RSUD Depok, Jawa Barat, Jumat (4/2/2022).

Pemerintah tengah membenahi sektor kesehatan yang saat ini dihantam Covid-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada enam pembenahan yang dilakukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik.

Dalam pertemuan sektor kesehatan G20 dengan tajuk ‘Mewujudkan Pemulihan Inklusif dari Pandemi Covid-19’, Rabu (9/2) malam, Budi mengatakan hal pertama adalah perubahan pada layanan primer dengan edukasi masyarakat untuk hidup sehat serta imunisasi.  Sedangkan pencegahan sekunder meliputi skrining penyakit mematikan hingga meningkatkan kapasitas serta mutu layanan kesehatan.

Transformasi kedua adalah pembenahan pada layanan fasilitas kesehatan rujukan. Budi mengatakan Indonesia saat ini menghadapi persoalan terbatasnya jumlah rumah sakit meski tenaga dokter masih mencukupi.

“Kami tidak memiliki cukup rumah sakit, di mana orang dengan penyakit kritis seperti stroke dan jantung,” kata Budi seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/2).

Transformasi ketiga, membenahi ketahanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan diagnosis serta membangun sistem surveilans agar mampu mendeteksi cepat potensi wabah. Perubahan keempat adalah reformasi pembiayaan layanan kesehatan.

“Kami percaya dibutuhkan pembiayaan yang cukup, berkelanjutan, dan alokasi yang adil,” kata dia.

Transformasi kelima adalah pemenhuhi sumber daya manusia. Menkes akan mereformasi fakultas kedokteran agar para tenaga kesehatan mampu lulus secara cepat dan ditempatkan ke rumah sakit dan layanan kesehatan.

Transformasi terakhir adalah pemenuhan teknologi kesehatan berbasis digital dan memanfaatkan bioteknologi. Budi memprediksi kemajuan teknologi serta aplikasi kecerdasan buatan akan mengubah lanskap sektor kesehatan.

Sedangkan potensi pengembangan bioteknologi di Indonesia saat ini cukup besar lantaran memiliki kekayaan alam. “Saya kita bisa digunakan untuk masa depan,” kata mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut.

Reporter: Antara

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 November 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait