Pidato di Depan Bos WHO, Jokowi Peringatkan Ancaman Pandemi Berikutnya

Jokowi meminta negara berkembang dilibatkan dalam menangani ancaman pandemi serta menjadi rantai pasok vaksin dan alat kesehatan
Image title
10 Februari 2022, 10:43
jokowi, covid-19, who, pandemi
Sekretariat kabinet/twitter
Presiden Joko Widoo saat memberikan sambutan pada Pertemuan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia, 20 Januari 2022

Pandemi Covid-19 telah melanda dunia sejak 2019 lalu. Presiden Joko Widodo pun meminta setiap negara harus mempersiapkan diri dari ancaman pandemi berikutnya.

Hal ini disampaikan Kepala Negara dalam forum virtual Access to Covid-19 Tools Accelerator (ACT-A) Campaign 2022 yang turut dihadiri Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Setiap negara harus memiliki kesempatan yang sama untuk mempersiapkan diri dari ancaman pandemi berikutnya," kata Jokowi dalam tayangan video, Rabu (9/2).

Jokowi mengatakan, dunia harus lebih siap dan tanggap terhadap krisis kesehatan. Indonesia juga akan menjadikan penguatan arsitektur kesehatan dunia sebagai salah satu agenda prioritas.

Advertisement

Untuk itu, Mantan Wali Kota Solo itu menilai sejumlah pembenahan harus dilakukan. "Penguatan kapasitas negara berkembang harus mendapatkan perhatian khusus," ujar dia.

Di saat yang sama, negara berkembang juga harus terlibat sebagai solusi pandemi serta menjadi bagian dari rantai pasok suplai vaksin dan peralatan kesehatan. Makanya kerja sama, riset, investasi, dan transfer teknologi harus dilakukan.  "Serta membangun arsitektur kesehatan dunia yang lebih resilient," ujar dia.

Dalam hal ini, peran G20 sangat penting dalam membangun arsitektur kesehatan dunia, termasuk dalam mendorong dukungan pembiayaan kesehatan bagi negara berkembang.

Adapun, ACT-A menjadi bagian penting arsitektur kesehatan dunia. "Termasuk untuk menjembatani ketimpangan vaksinasi global," kata Jokowi.

Sebagai informasi, Access to Covid-19 Tools Accelerator adalah kolaborasi global untuk mempercepat pengembangan, produksi, dan akses yang adil terhadap tes, perawatan, dan vaksin Covid-19. ACT-A diluncurkan pada akhir April 2020 pada acara yang diselenggarakan bersama oleh Direktur Jenderal WHO, Presiden Prancis, Presiden Komisi Eropa, dan Yayasan Bill & Melinda Gates.

Berdasarkan Our World in Data, total kasus Covid-19 di dunia mencapai 403,5 juta kasus hingga Kamis (10/2). Dari jumlah itu, total pasien corona yang meninggal sebanyak 5,79 juta orang dan 323,6 juta orang telah pulih.

Adapun di Indonesia, kasus corona bertambah 46.843 kasus pada Rabu (9/2). Dengan begitu, total kasusnya menjadi 4.626.936 kasus. Sebanyak 4.216.328 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh (91.13%) dan 144.784 orang meninggal dunia (3.13%), sementara sisanya masih menjalani perawatan.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait