Produsen Obat Generik Bakal Produksi Pil Covid-19 Pfizer Versi Murah

Pfizer mengizinkan pembuat obat generik untuk membuat pil Covid-19 ke 95 negara berpendapatan rendah dan menengah
Image title
18 Maret 2022, 14:39
obat, covid-19, paxlovid, pfizer
Alexandr Podvalny/Pexels
Ilustrasi obat

Berbagai pihak terus mengembangkan obat antivirus corona. Terbaru, 35 produsen obat generik di seluruh dunia akan membuat versi murah Paxlovid, antivirus oral Covid-19 buatan Pfizer Inc.

Dikutip dari Reuters, pada Kamis (17/3), Medicines Patent Pool (MPP) yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan obat generik tersebut diproduksi untuk memasok pengobatan di 95 negara miskin.

Sejak tahun lalu Pfizer mengizinkan pembuat obat generik untuk membuat pil ke 95 negara berpendapatan rendah dan menengah. Raksasa farmasi Amerika Serikat itu juga telah memilih pembuat obat yang akan mendapatkan lisensi.

 

Advertisement

MPP mengatakan, 35 perusahaan yang akan memproduksi versi generik Paxlovid berbasis di 12 negara berbeda. Sedangkan perusahaan yang terlibat termasuk  Teva Pharmaceutical Industries Israel, Sun Pharmaceutical Industries asal India, dan Viatris Inc yang berbasis di AS.

Sebanyak enam perusahaan akan membuat bahan utama obat tersebut, sementara sembilan perusahaan akan mengubahnya menjadi produk jadi. Selebihnya,  akan membuat bahan baku sekaligus mengubah menjadi produk siap pakai.

Nantinya, Pfizer tidak akan menerima royalti dari penjualan versi generik obatnya selama Covid-19 masih diklasifikasikan sebagai darurat kesehatan internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah masa pandemi, penjualan ke negara-negara berpenghasilan rendah akan tetap bebas royalti. Sedangkan, negara-negara berpenghasilan menengah dan atas akan dikenakan royalti 5% untuk penjualan ke sektor publik dan royalti 10% untuk penjualan ke sektor swasta.

Pfizer juga berencana memproduksi setidaknya 120 juta program pengobatan tahun ini. Jumlah itu jauh dari pangsa pil antivirus pada tahun ini sebanyak 250 juta orang di seluruh dunia.

Sebagai informasi,  uji klinis menunjukkan Paxlovid mengurangi rawat inap pada pasien berisiko tinggi sekitar 90%. Hasil tersebut lebih baik daripada pil antivirus saingan Merck & Co Molnupiravir dalam uji klinisnya.

Meski begitu, Pfizer dan Merck sama-sama membuat kesepakatan dengan MPP untuk mengizinkan versi generik obat baru mereka dipakai. Kondisi ini menjadi suatu hal langka bagi perusahaan farmasi yang biasanya melindungi produk mereka selama masa pakai paten.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait