Kasus Covid-19 Indonesia Naik 7.951, Terendah Selama Hampir Dua Bulan

Angka kematian pasien Covid-19 hari ini bertambah 188 orang. Jumlah tersebut merupakan yang terendah selama satu bulan
Ameidyo Daud Nasution
19 Maret 2022, 17:25
covid-19, corona, pandemi
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Warga berjalan di dekat mural bertema pencegahan penyebaran COVID-19 di Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan sejak puncaknya pada pertengahan Februari 2022. Pemerintah melaporkan kasus corona bertambah 7.951 orang pada Sabtu (19/3), terendah sejak 26 Januari 2022 yakni 4.878.

Jumlah pasien hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 99.721 orang. Sedangkan rasio positif corona yang diperoleh Pemerintah mencapai 7,97%.

 

Tambahan kasus terbanyak hari ini berasal dari Provinsi Jawa Barat yakni 1.720 orang. Berikutnya adalah DKI Jakarta yang melaporkan 1.485 kasus dan Jawa Tengah dengan 901 pasien baru.

Advertisement

Sedangkan angka kematian pasien Covid-19 hari ini bertambah 188 orang, terendah sejak 21 Februari yakni 176 orang. Tambahan pasien meninggal terbanyak hari ini berasal dari Jawa Tengah yakni 49 orang.

Selain itu jumlah kasus sembuh dari Covid-19 hari ini juga bertambah 24.008 orang. Sumbangan terbanyak berasal dari Jawa Barat yakni 8.478 orang, DKI Jakarta dengan 2.583 kasus, dan DI Yogyakarta yang melaporkan 1.489 telah negatif.

Pemerintah juga melaporkan kasus aktif Covid-19 berkurang 16.245 menjadi 229.734 orang. Selain itu ada pula 12.806 orang yang saat ini berstatus sebagai suspek virus corona

Bersamaan dengan penurunan kasus, Kantor Staf Presiden (KSP) mengusulkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% perlu dilakukan kembali. Hal ini karena sekolah perlu mempersiapan ujian agar berjalan dengan lancar. Belum lagi tidak semua guru mendapatkan fasilitas gawai serta internet dengan baik.

“Ini dikhawatirkan bisa membuat pelaksanaan ujian online tidak maksimal,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo dalam keterangan tertulis, Rabu (16/3).

Abraham menyarankan pemerintah daerah meningkatkan tes demi menepis kekhawatiran munculnya lonjakan kasus pada pelaksanaan sekolah tatap muka. Hasil tes bisa menjadi acuan apakah sekolah aman menggelar PTM atau tidak.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait