Jokowi Larang Pejabat dan ASN Gelar Buka Puasa Bersama dan Open House

Jokowi telah melonggarkan sejumlah kegiatan masyarakat saat Ramadan dan lebaran tahun ini. Masyarakat boleh menjalankan tarawih di masjid dan mudik ke kampung halaman
Image title
23 Maret 2022, 18:25
jokowi, asn, ramadan, bukber
Sekab.go.id
Pemerintah akan memulai pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan atau booster pada tanggal 12 Januari 2022 dengan prioritas bagi lansia dan kelompok rentan.


Pemerintah akan melonggarkan beberapa kegiatan masyarakat saat Bulan Ramadan mendatang. Meski demikian, Presiden Joko Widodo melarang pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggelar acara buka puasa bersama.

Jokowi mengatakan, pelonggaran dilakukan lantaran situasi pandemi Covid-19 terus membaik. Kondisi tersebut turut menciptakan optimisme dalam menyambut bulan puasa.

"Untuk pejabat dan pegawai pemerintah, kami masih melarang untuk melakukan buka puasa bersama dan open house," kata Jokowi dalam konferensi pers daring, Rabu (23/3).

 

Advertisement

Meski begitu, seluruh masyarakat diperbolehkan untuk ibadah tarawih berjamaah di masjid. Masyarakat juga boleh mudik tahun ini dengan syarat telah mendapatkan vaksinasi lengkap dan booster.

Adapun, pemerintah tengah melakukan sejumlah persiapan menjelang ibadah puasa dan Idul Fitri. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus mendorong vaksinasi Covid-19 dosis primer hingga penguat (booster).

"Semua lakukan vaksinasi lengkap dan booster, terutama lansia dan komorbid sehingga nanti bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lebih bebas," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin (14/3).

Ia berharap, ibadah saat Ramadan dan Idul Fitri dapat berjalan dengan maksimal tanpa terjadi lonjakan kasus corona. Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak meninggalkan protokol kesehatan.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali ini pun meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, baik dosis primer dan booster. Percepatan vaksinasi diperlukan selama dua pekan sebelum memasuki bulan puasa.

Ia pun meminta masyarakat tidak memilih jenis vaksin. "Semua sama efektifnya untuk berikan antibodi pada Covid-19," ujar Luhut.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait