Tanam Jagung di NTT, Jokowi Targetkan Lumbung Pangan RI Semakin Luas

Lumbung pangan tersebut didukung dengan fasilitas sprinkle dan pasokan air dari Bendungan Rotiklot
Rizky Alika
24 Maret 2022, 19:31
jokowi, jagung, pangan, antara
Antara
Presiden Joko Widodo menanam jagung bersama petani di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (24/3). Foto: Antara

Presiden Joko Widodo menanam jagung bersama petani di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Negara berharap, lumbung pangan di wilayah NTT semakin meluas.

Lahan yang baru ditanami jagung tersebut seluas 53 hektare. Apabila penanaman tersebut berhasil, lumbung pangan akan diperluas hingga 15 ribu hektare di lokasi lainnya.

"Dari sini kami nanti akan perluas sampai seluas 500 hektare," kata Jokowi di Belu, NTT, Kamis (24/3).

 

Advertisement

Lumbung pangan di Kabupaten Belu tersebut didukung dengan fasilitas sprinkle dan pasokan air dari Bendungan Rotiklot, Belu. Jokowi juga berharap akan ada pemanfaatan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produksi.

Presiden juga masih menghitung keuntungan yang diperoleh petani dari lahan tersebut. Ke depan, Jokowi berharap lumbung pangan itu akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat di NTT. "Juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional kita," ujar dia.

Menurut data Global Food Security Index (GFSI), ketahanan pangan Indonesia pada 2021 memang melemah dibanding tahun sebelumnya. GFSI mencatat skor indeks ketahanan pangan Indonesia pada 2021 mencapai level 61,4, turun dari 59,2 tahun lalu. Adapun ketahanan pangan Indonesia tahun 2021 berada di peringkat ke-69 dari 113 negara.

GFSI mengukur ketahanan pangan negara-negara dari empat indikator besar, yakni keterjangkauan harga pangan (affordability), ketersediaan pasokan (availability), kualitas nutrisi dan keamanan makanan (quality and safety), serta ketahanan sumber daya alam (natural resources and resilience).

Menurut penilaian GFSI, harga pangan di Indonesia cukup terjangkau dan ketersediaan pasokannya cukup memadai jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun, infrastruktur pertanian dan standar nutrisi pangan Indonesia masih di bawah rata-rata global. 

Sumber daya alam Indonesia juga dinilai memiliki ketahanan yang buruk karena belum dilindungi kebijakan politik yang kuat, serta rentan terpapar bencana terkait perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan pencemaran lingkungan.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait