Kasus Covid-19 RI Bertambah 4.857, Tren Angka Kematian Semakin Menurun

Jawa Barat dan Jakarta masih jadi penyumbang terbanyak kasus harian Covid-19 Indonesia
Ameidyo Daud Nasution
25 Maret 2022, 17:50
covid-19, virus corona, kematian
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Calon penumpang mengenakan APD lengkap bersiap lapor diri sebelum penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (24/3/2022).

Tren lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun jelang akhir pekan. Pemerintah melaporkan pasien baru virus corona bertambah 4.857 pada Jumat (25/3).

Adapun angka kematian pasien virus corona hari ini bertambah 120 orang. Jumlah ini merupakan yang terendah sejak 13 Februari 2022 lalu yakni 111 orang meninggal dunia. 

 Total kasus nasional hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 99.238 orang. Ini berarti rasio positif Covid-19 yang diperoleh mencapai 4,89%.

Sumbangan terbanyak kasus Covid-19 hari ini berasal dari Provinsi Jawa Barat yakni 1.125 orang. DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan tambahan 890 pasien baru.

Advertisement

Sedangkan angka kematian pasien terbanyak secara harian berasal dari Jawa Tengah yakni 33 orang. Berikutnya adalah Jawa Timur yang melaporkan 26 orang meninggal dunia.

Selain itu angka kesembuhan pasien Covid-19 juga bertambah 14.710 hari ini. Jumlah terbanyak berasal dari Jawa Barat yang melaporkan 3.089 orang dinyatakan negatif corona.

Pemerintah juga melaporkan kasus aktif Covid-19 berkurang 9.973 menjadi 146.004 hari ini. Selain itu ada pula 8.085 orang yang saat ini berstatus sebagai suspek virus corona.

Sedangkan dunia saat ini masih menghadapi penyebaran  varian baru BA.2 atau 'anak Omicron'. Meski demikian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kondisi berbeda terjadi di Indonesia dan India yang hingga kini memiliki jumlah kasus relatif terkendali.

Budi menduga terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia dan India lantaran masyarakatnya kemungkinan memiliki antibodi ganda atau supper immunity.  Ini terjadi karena Indonesia dan India baru saja mengalami lonjakan kasus varian Delta pada tahun lalu sehingga masyarakatnya antibodi alami dari infeksi.

Di sisi lain, vaksinasi di kedua negara relatif lambat dibandingkan negara lain yang tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. "Sehingga posisi kita saat Omicron datang, sudah double antibodi-nya. Istilah ilmiahnya, super immunity," ujarnya. 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait