Nelayan Cirebon Keluhkan Masalah Kelangkaan Solar ke Jokowi

Jokowi memerintahkan BUMN segera membangun stasiun pengisian bahan bakar guna memudahkan nelayan melaut.
Ameidyo Daud Nasution
13 April 2022, 16:11
jokowi, solar, nelayan
Antara
Presiden Joko Widodo saat blusukan ke Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (13/4). Foto: Antara

Presiden Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja ke Cirebon, Jawa Barat dan Brebes, Jawa Tengah. Presiden sempat berdialog dengan nelayan di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Seorang nelayan bernama Wandi mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar. Padahal mereka memerlukan bahan bakar ini untuk melaut guna menafkahi keluarganya.

"Tadi saya memohon kepada Presiden agar solar bisa didapatkan dengan mudah, tidak seperti saat ini," kata Wandi di Cirebon, Rabu (13/4) dikutip dari Antara.

 

Advertisement

Nelayan lain yang bernama Kustono juga mengeluhkan masalah pendangkalan sungai untuk tempat sandar perahu. Ini membuat kapal nelayan di wilayah tersebut sulit beroperasi.

"Kami juga sampaikan ke Bapak Presiden, semoga bisa segera ditangani," katanya.

Mendengar keluhan ini, Jokowi mencatat segala keluhan nelayan. Mantan Wali Kota Solo itu juga memerintahkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membangun stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

Selain itu Jokowi juga memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mengeruk sedimentasi sungai. "Akan dilakukan pembersihan oleh PUPR," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sebelumnya BBM jenis solar sempat mengalami kelangkaan di beberapa wilayah seperti Sulawesi, Kalimantan, serta Sumatera. Hal ini membuat sejumlah bisnis logistik terpaksa menghentikan sementara kegiatan operasionalnya.

“Ada yang mengeluhkan berhenti. Daripada antre berhari-hari, ya udah disetop saja,”kata Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi saat dihubungi Katadata, Selasa (29/3/2022).

Sedangkan PT Pertamina (Persero) pekan lalu menyatakan telah mengatasi kekurangan pasokan BBM bersubsidi terutama jenis Pertalite dan solar di beberapa lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait