Cegah Kemacetan, Menhub Minta Masyarakat Mulai Mudik 25 April

Kemenhub bersama Polri dan Jasa Marga menyiapkan skema contra flow hingga ganjil genap untuk mengurai kemacetan saat mudik.
Ameidyo Daud Nasution
15 April 2022, 17:53
mudik, mudik lebaran, kemenhub
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Awak bus mengemas barang bawaan penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Pemerintah telah mengizinkan mudik Lebaran usai dua tahun pembatasan karena Covid-19. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta masyarakat pulang ke kampung halaman lebih awal demi menghindari risiko kemacetan.

"Kalau bisa lebih awal, mulai tanggal 25 atau 26 April," kata Budi usai memimpin rapat koordinasi mudik di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Jumat (15/4) dikutip dari Antara.

 

Baik pegawai pemerintah maupun swasta bisa mengambil cuti bersama mulai 29 April hingga 6 Mei mendatang. Sedangkan pemudik tahun ini diprediksi mencapai 85,5 juta orang.

Advertisement

Oleh sebab itu Kemenhub bersama Polri dan Jas Marga menyiapkan tiga skema mengurai kemacetan di tol. Ketiganya adalah contra flow, one way, hingga ganjil genap.

"Kami carikan jalan yang paling baik agar mudiknya aman, nyaman, dan sehat," kata Budi.

Sedangkan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Pol Firman Santyabudi akan terus memonitor kondisi lalu lintas jelang mudik. Polri akan menggunakan data terkini di lapangan untuk mengatur volume kendaraan di jalur yang digunakan pemudik.

"Supaya petugas di lapangan juga bisa tepat menentukan cara bertindaknya baik dari tempat maupun waktu," kata Firman.

Presiden Joko Widodo juga telah mewanti-wanti agar lonjakan Covid-19 tidak terjadi usai mudik Lebaran. Oleh sebab itu pemerintah akan mengatur perjalanan dengan ketat demi mencegah transmisi virus.

Jokowi juga berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada dalam perjalanan pulang ke kampung halaman. "Jangan sampai perjalanan memicu gelombang Covid-19," kata Presiden pada Rabu (14/4) lalu.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait