Covid-19 Melandai, Korsel hingga Inggris Dihapus dari Daftar Merah AS

Pelancong dari AS yang belum vaksinasi Covid-19 dosis penuh disarankan menghindari perjalanan ke negara Level 3. Indonesia saat ini juga masuk dalam level tersebut.
Image title
19 April 2022, 11:54
covid-19, amerika serikat, level 3.
ANTARA FOTO/REUTERS/Carlo Allegri/WSJ/cfo
Warga mengantri untuk tes penyakit virus korona (COVID-19) di Times Square saat pandemi COVID-19 di Manhattan, New York City, New York, Amerika Serikat, Senin (13/12/2021).

Kasus Covid-19 mulai menurun di sejumlah negara. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pun menghapus rekomendasi "Jangan Bepergian" untuk sekitar 90 tujuan internasional.

Mengutip dari Reuters pada Selasa (19/4), negara-negara tersebut turun kategori dari Level 4 ke Level 3: Tinggi.  Negara itu meliputi Inggris, Prancis, Israel, Turki, Australia, Yunani, Hong Kong, Italia, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, dan Rusia.

Kemudian, Swiss, Austria, Belgia, Bulgaria, Republik Afrika Tengah, Chili, Republik Ceko, Yordania, Lebanon, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Polandia, Somalia, Uruguay, dan Vietnam.

 Dengan demikian, tidak ada negara yang masuk dalam Level 4: Keadaan Khusus/Jangan Bepergian. Sementara, ada 55 negara yang masuk dalam kategori terendah, yaitu Level 1. Meski demikian, pelancong dari AS yang belum vaksinasi dosis penuh disarankan menghindari perjalanan ke negara dalam daftar Level 3.

Advertisement

Mengutip dari The Washington Post, CDC terus memperbarui mingguan daftar negara yang harus dihindari para pelancong karena virus corona. Adapun, kategori tertinggi ialah Level 4 yang menunjukkan tingkat virus corona yang sangat tinggi. Sedangkan Indonesia masuk dalam kategori Level 3.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS juga memberikan rekomendasi dengan memerhatikan ancaman seperti terorisme dan bencana alam. Selain itu, departemen juga mempertimbangkan rekomendasi CDC.

Mengutip dari Worldometer, kasus Covid-19 dunia hingga 19 April mencapai 505,24 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 456,9 juta orang telah pulih, sedangkan 6,2 juta orang meninggal dunia.

Sedangkan di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan pada Senin (18/4), terdapat 559 kasus baru. Namun di tengah penurunan kasus baru, jumlah pasien meninggal naik menjadi 37 dibandingkan kemarin 22.

Menurut data Kemenkes, tambahan kasus baru terbanyak kemarin berasal dari DKI Jakarta, yaitu 170 orang. Jumlah itu turun dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 195 orang.

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait