AS Gelontorkan Rp 44 Triliun untuk Kembangkan Baterai Mobil Listrik

AS memperkirakan pasar baterai lithium-ion global untuk mobil listrik akan tumbuh dalam satu dekade mendatang.
Ameidyo Daud Nasution
4 Mei 2022, 12:01
mobil listrik, amerika serikat, biden
ANTARA FOTO/REUTERS/Stephen Lam/AWW/dj
Stephen Lam Truk gandeng pengangkut mobil membawa mobil listrik Tesla Model 3 baru keluar dari pabrik kendaraan utama Tesla di Fremont, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020).

Amerika Serikat mengumumkan pendanaan sebesar US$ 3,1 miliar atau setara Rp 44,8 triliun untuk membuat baterai kendaraan listrik. Ini merupakan strategi Presiden Joe Biden untuk memperkuat kemandirian energi AS dan meningkatkan penjualan mobil listrik.

Menteri Energi AS Jennifer M. Granholm mengatakan anggaran tersebut akan menjadikan Negeri Abang Sam terdepan dalam memenuhi permintaan baterai listrik. Selain itu langkah ini diambil untuk mengembangkan sistem transportasi AS.

"Investasi bersejarah dari Presiden Biden dalam produksi dan daur ulang baterai akan memperkuat energi bersih, menciptakan pekerjaan dengan gaji yang baik, serta dekarbonisasi sektor transportasi," kata Granholm dalam keterangan tertulis Kementerian Energi AS, Selasa (3/5).

 

Advertisement

AS memperkirakan pasar baterai lithium-ion global akan tumbuh dalam satu dekade mendatang. Selain itu hingga akhir Maret 2022, lebih dari 2,5 juta kendaraan listrik plug-in telah terjual di negara tersebut.

Adapun biaya pembuatan baterai telah turun lebih dari 90% sejak 2008. Oleh sebab itu Kementerian Energi akan bekerja sama dengan industri untuk mempersiapkan peningkatan pasar kendaraan listrik.

Senator Debbie Stabenow mengatakan sudah terlalu lama AS ditinggalkan negara lain dalam mendanai teknologi baru. Oleh sebab itu pendanaan ini akan membantu negara tersebut memenangkan perlombaan.

"Kami berada pada saat kritis dalam persaingan untuk membangun kendaraan dan baterai listrik generasi berikutnya," kata Stabenow.

Kementerian Energi AS juga telah mengeluarkan tinjauan 100 hari dari rantai pasok baterai berkapasitas besar. Mereka juga akan merilis rekomendasi kemampuan produksi serta komponen yang bisa dipasok secara domestik.

Data BloombergNEF menunjukkan populasi mobil berbasis baterai listrik dapat mencapai 65,99 juta unit atau 68% dari total populasi mobil pada 2040. Pada 2021, populasi mobil tersebut tercatat sebesar 3,33 juta unit atau 4,3% dari total unit mobil di dunia.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait