Dapat Pengakuan, PeduliLindungi Bisa Digunakan di Uni Eropa

Pengakuan atas PeduliLindungi diharapkan mampu meningkatkan minat WNI bepergian ke Uni Eropa maupun sebaliknya.
Ameidyo Daud Nasution
12 Mei 2022, 12:32
Aplikasi PeduliLindungi, covid-19, eropa
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Aplikasi PeduliLindungi

Uni Eropa telah mengesahkan pemakaian aplikasi PeduliLindungi di wilayah tersebut mulai Rabu (11/5). Pengesahan ini diharapkan bisa mempermudah perjalanan warga Indonesia yang berkunjung ke Uni Eropa maupun sebaliknya.

Warga Indonesia yang berkunjung ke Uni Eropa tak perlu lagi mendaftarkan QR Code secara terpisah. Selain itu warga Uni Eropa yang bepergian ke Indonesia tidak perlu lagi mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Dalam keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brussels, pengesahan dilakukan lewat keputusan pengakuan kesetaraan atas sertifikasi vaksinasi yang dikeluarkan Indonesia. Dengan penyetaraan itu, maka QR Code yang ada di aplikasi tersebut bisa terbaca di 27 negara Uni Eropa.

"Diharapkan dapat berkontribusi pada meningkatnya minat wisatawan Eropa yang akan berkunjung ke Indonesia di musim liburan mendatang," kata Andri dikutip dari Antara pada Kamis (12/5).

Advertisement

 

Sedangkan Commisioner for Justice Uni Eropa Didier Reynders mengatakan RI telah tergabung dalam sistem Sertifikat Digital Covid-19 Uni Eropa yang terhubung dengan 27 negara di dalamnya.

Sejak November 2021, Indonesia telah masuk daftar putih Uni Eropa. Ini berarti WNI bisa melakukan perjalanan ke negara-negara yang ada di wilayah tersebut.

"Ini merupakan momentum penting menjelang liburan musim panas yang akan datang," kata Reynders.

Sedangkan Kementerian Kesehatan akan menghubungkan PeduliLindungi dengan platform ekosistem kesehatan nasional. Ini lantaran masih ada  400 aplikasi kesehatan milik pemerintah masih belum terintegrasi sehingga ada data yang sama di aplikasi berbeda. 

Nantinya aplikasi ini tidak hanya terbatas pada penanganan Covid-19 saja. Adapun platform bernama Indonesia Healthcare System (IHS) ini akan melewati tahap uji coba (beta testing) publik hingga 22 Mei mendatang.  

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait