Wapres Minta Kawasan Industri Konawe Utara Tetap Jaga Lingkungan

Kawasan industri tersebut akan diisi pembangkit listrik, pelabuhan, pemurnian nikel, pengolahan minyak kelapa sawit, hingga pengalengan ikan.
Image title
19 Mei 2022, 15:55
kawasan industri, ma'ruf amin, lingkungan
Antara
Wapres Ma\'ruf Amin saat meresmikan kawasan industri di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/5). Foto: Antara.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan pembangunan kawasan industri di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/5). Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf meminta kepada Kawasan Nusantara Industri Sejati (NIS) tetap menjaga lingkungan sekitar daerah operasionalnya.

Selain itu Ma'ruf juga meminta agar pengelola kawasan tersebut bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Ia mengatakan dua aspek ini dapat memberikan dampak positif pada kepercayaan investor dan berujung peningkatan iklim investasi.

 “Pemerintah mendukung penuh agar iklim investasi di Indonesia semakin baik,” kata Wapres saat peletakan Batu Pertama Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara seperti dikutip dari laman Sekretariat Pers Wakil Presiden, Kamis (19/5).

 

Advertisement

Ma'ruf juga meminta Kawasan Industri NIS agar segera menyiapkan daya dukung untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekspor. "Partisipasi investor sangat diperlukan dalam membangun ekosistem industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” imbau Wapres.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah akan terus memberikan kemudahan investasi. Beberapa di antaranya kemudahan perizinan, fasilitas insentif fiskal dan nonfiskal, hingga pemberlakuan larangan ekspor bahan mentah.

Sedangkan pemerintah daerah diminta menjaga kenyamanan iklim berusaha di daerahnya. “Saya minta iklim investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara umumnya dan Kabupaten Konawe Utara khususnya, terus dijaga agar selalu kondusif,” kata Wapres.

Ma'ruf pun berharap agar Kawasan Industri NIS dalam jangka panjang dapat membina hubungan baik dan bekerja sama dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Peluang usaha baru bagi UMKM perlu dibuka lebar agar kontribusi kawasan industri semakin luas bagi perekonomian daerah dan nasional,” katanya. 

Adapun proyek kawasan industri ini digarap oleh PT. Sinar Nusantara Sakti. Dari laman resmi perusahaan tersebut, kawasan ini akan diisi pembangkit listrik, pelabuhan, pemurnian nikel, pengolahan minyak kelapa sawit, hingga pengalengan ikan. Sedangkan luas kawasan industri NIS kurang lebih mencapai 400 hektare. 

 

 

 

Reporter: Dudi Sholachuddin Triambudi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait