Kasus Covid-19 Naik, IDI Minta Wajib Masker dan Tes PCR Berlaku Lagi

IDI juga meminta pemerintah menggenjot vaksinasi booster demi mencegah penularan Covid-19.
Ameidyo Daud Nasution
21 Juni 2022, 16:57
covid-19, idi, masker
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp.
Polisi membagikan masker kepada pengendara sepeda motor saat mengatur arus lalu lintas di jalur mudik di jalan utama kotaTemanggung, Jawa Tengah Sabtu (30/4/2022).

Penularan Covid-19 di Indonesia sedang meningkat selama beberapa waktu belakangan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah meminta pemerintah memperketat lagi sejumlah protokol kesehatan masyarakat.

Beberapa yang direkomendasikan adalah memakai masker baik itu di tempat terbuka maupun di tempat tertutup hingga memberlakukan lagi syarat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) negatif untuk pelaku perjalanan.

 

Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Adib Khumaidi mengatakan pandemi saat ini belum selesai. Sedangkan situasi endemi adalah kondisi di mana penyakit ada namun penularan telah terkendali.

Advertisement

Oleh sebab itu Adib meminta semua pihak bekerja sama demi mencegah Covid-19 melonjak lagi. "Tetap perlu menjalankan upaya pencegahan dan pengendalian penularan yang kuat," kata Adib dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6).

Selain itu IDI merekomendasikan pemerintah meningkatkan lagi penelusuran dan tes, menggenjot vaksinasi booster dan anak, serta edukasi masif pencegahan pandemi. Masyarakat juga diimbau rajin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

"Kami juga mengingatkan waspada akan penyakit lain di musim pancaroba seperti Demam Berdarah Dengue, cacar monyet, hepatitis akut, serta sejumlah penyakit lainnya," kata Ketua Bidang Penanganan Penyakit Menular PB IDI dr Agus Dwi Susanto.

Sedangkan dr Elina Burhan dari Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI meminta pemerintah melakukan penelusuran kasus dengan rasio 1:12. Ini artinya ada 12 orang yang ditelusuri dari satu temuan pasien positif.

Penularan Covid-19 di Indonesia tengah meningkat seiring masuknya subvarian BA.4 dan BA.5. Namun Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak kasus subvarian Omicron tersebut tidak seperti

 

gelombang sebelumnya.

"Kami percaya akan ada kenaikan mungkin maksimal 25 ribu per hari," kata Budi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/6).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait