Jokowi Akan Dikawal 39 Paspampres Bersenjata Laras Panjang di Ukraina

Wilayah yang dikunjungi Jokowi masih aman karena berjarak 380 kilometer dari ledakan terdekat di Kota Donetsk.
Ameidyo Daud Nasution
23 Juni 2022, 15:34
jokowi, ukraina, paspampres
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat pembukaan perayaan HUT ke-50 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow akhir bulan ini. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menyiapkan sekurangnya 39 personel untuk mengawal kunjungan Jokowi ke Kyiv.

Pasukan tersebut terdiri dari 10 personel tim penyelamatan, 19 personel grup utama, serta 10 personel tim pendahulu yang berangkat ke Kyiv pada hari ini. Mereka juga dilengkapi senjata laras panjang, pelindung kepala, serta rompi antipeluru.

"Dari pihak Ukraina sudah memberi kami keleluasaan untuk membawa laras panjang," kata Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kamis (23/6) dikutip dari Antara.

 Jokowi diagendakan akan menumpang kereta api menuji Kyiv. Presiden juga akan dikawal oleh militer Ukraina, namun dengan jumlah yang dibatasi oleh Paspampres.

Advertisement

"Komunikasi dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan mereka (Ukraina) sudah dilakukan," kata Tri.

Paspampres juga telah mendeteksi kerawanan wilayah Kyiv. Tri mengatakan wilayah yang dikunjungi Jokowi masih aman karena berjarak 380 kilometer dari ledakan terdekat di Kota Donetsk.

UKRAINE-CRISIS/DONETSK
UKRAINE-CRISIS/DONETSK (ANTARA FOTO/REUTERS/Alexander Ermochenko/hp/cf)

 

"Kami juga tidak terlalu khawatir karena (di dalam) Paspampres ini ada dari Kopassus, Denjaka, dan Paskhas," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi sebelumnya mengatakan kunjungan ini dilakukan Jokowi selaku Presidensi G20. Retno mengatakan hal ini merupakan cerminan kepedulian terhadap kemanusiaan serta upaya berkontribusi menangani dampak perang.

Jokowi juga akan menjadi pemimpin Asia pertama yang berkunjung ke dua negara usai perang. Retno juga mengakui bahwa situasi di Rusia dan Ukraina masih sangat kompleks.

"Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam," kata Retno dalam pernyataan pers, Rabu (22/6).

 

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait