Usai Kunjungi Eropa, Jokowi Akan ke UEA untuk Bahas Investasi

Jokowi pekan ini bertolak ke Jerman, Ukraina, Rusia, dan UEA. Kunjungan ke Eropa akan membicarakan perdamaian di Ukraina.
Ameidyo Daud Nasution
26 Juni 2022, 13:22
jokowi, UEA, investasi
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras.
Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022).

Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) untuk membicarakan kerja sama investasi. Kunjungan akan dilakukan usai Jokowi menyelesaikan kunjungan ke Jerman, Ukraina, dan Rusia.

"Terakhir, saya akan berkunjung ke UEA untuk melanjutkan kerja sama ekonomi," kata Jokowi dalam konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (26/6).

 Jokowi tak menjelaskan secara spesifik investasi apa yang dimaksud.  Sedangkan UEA pada Maret 2022 lalu menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan oleh Delegasi PEA yang hadir untuk menyampaikan pesan dari Pangeran Mohammed bin Zayed. Sedangkan Pemerintah akan mendiskusikan rencana investasi tersebut.

Advertisement

Jokowi sebelumnya melakukan kunjungan bilateral ke UEA untuk membicarakan investasi pada 3-4 November. Dalam lawatan tersebut, Presiden mengantongi komitmen investasi senilai US$32,7 miliar atau setara Rp468 triliun.

Adapun, dalam kunjungannya kali ini, Jokowi akan terbang ke Jerman untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Dalam forum tersebut, Presiden akan mengajak negara-negara G7 untuk mengupayakan perdamaian di Ukraina.

Usai berkunjung ke Jerman, Jokowi akan bertolak ke Ukraina untuk bertemu Presiden Volodymyr Zelensky. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi akan mengajak Zelensky untuk membuka dialog perdamaian .

Setelah itu Jokowi akan datang ke Rusia dan bertemu Presiden Vladimir Putin. Misinya tetap sama, mengajak kedua negara berdialog demi menghentikan perang yang berkecamuk sejak Februari 2022 tersebut.

"Membuka dialog dan sesegera mungkin gencatan senjata," kata Presiden.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait