Kasus Covid-19 RI Naik 1.726 Orang, 76% Berasal dari Jakarta dan Jabar

DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten merupakan penyumbang kasus Covid-19 harian terbanyak saat ini.
Ameidyo Daud Nasution
26 Juni 2022, 16:19
Warga menyeberang jalan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menginformasikan kasus positif COVID-19 pada Jumat 24 Juni 2022 bertambah 2.069 sehingga total mencapai 6.076.894 orang. Sementara itu tambaha
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Warga menyeberang jalan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus menunjukkan kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah melaporkan kasus baru corona bertambah 1.726 orang pada Minggu (26/6).

Angka ini merupakan penurunan 5,7% jika dibandingkan kasus pada Sabtu (25/6). Jumlah kasus harian kemarin bertambah 1.831.

 

Jumlah pasien hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 38.846 orang. Ini berarti rasio positif corona Indonesia yang diperoleh mencapai 4,44%.

Advertisement

Mayoritas kasus masih berasal dari Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Dua provinsi tersebut melaporkan total 1.317 kasus atau 76,3% dari total pasien hari ini.

DKI melaporkan 1.055 kasus, sedangkan Jawa Barat mencatatkan 262 pasien baru. Di posisi ketiga adalah Banten dengan 223 pasien.

 Angka kematian pasien juga bertambah tiga orang. Penyumbangnya adalah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Sumatera Selatan yang masing-masing melaporkan satu orang meninggal.

Jumlah kesembuhan pasien hari ini juga bertambah 1.175 orang. Penyumbang terbanyak berasal dari DKI Jakarta dengan 691 orang telah sembuh.

Kasus aktif juga bertambah 548 menjadi 14.516 orang. Selain itu ada pula 2.047 orang yang saat ini berstatus suspek virus corona.

Sedangkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyiapkan sejumlah langkah pencegahan Covid-19, salah satunya meninjau ulang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain itu Budi juga menyiapkan tiga langkah lain demi menekan kasus. Pertama adalah mempertahankan standar protokol kesehatan di tengah masyarakat. Kedua adalah mempercepat vaksinasi booster.

"Serta melakukan sero suvei-3 di akhir Juni hingga awal Juli," katanya pada Minggu (26/6).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait