Penampakan Jokowi Dikawal Pasukan Bersenjata Laras Panjang di Ukraina

Paspampres mengirimkan 39 personel untuk mengawal Jokowi selama di Ukraina.
Ameidyo Daud Nasution
29 Juni 2022, 18:20
jokowi, ukraina, perang
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana tiba di Stasiun Central Kyiv, Ukraina. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Ada yang berbeda dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kyiv, Ukraina. Jokowi tampak dikawal rombongan tentara bersenjata laras panjang dan berpakaian tempur.

Pengawal dari Ukraina mengenakan seragam bebas dengan kemeja dan menggunakan senapan laras panjang. Mereka juga dilengkapi pin bendera Ukraina dan Indonesia.

Sedangkan beberapa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang melekat langsung Jokowi mengenakan senapan serta memakai helm dan rompi berwarna hitam. Terlihat pula sebuah kamera di atas helm mereka.

Pengawalan dengan senjata laras panjang telah dilakukan sejak Jokowi berangkat dari stasiun Przemysl, Polandia. Presiden menuju Kyiv dengan menumpangi kereta luar biasa yang disediakan Ukraina.

Advertisement
PRESIDEN JOKO WIDODO TIBA DI KYIV
PRESIDEN JOKO WIDODO TIBA DI KYIV (ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout/sgd/foc.)

 

Belum jelas pasukan apa yang digunakan Ukraina untuk mengawal Jokowi. Sedangkan Paspampres menyiapkan 39 personel untuk mengawal kunjungan Presiden ke Kyiv.

Pasukan tersebut terdiri dari 10 personel tim penyelamatan, 19 personel grup utama, serta 10 personel tim yang lebih dulu berangkat. "Dari pihak Ukraina sudah memberi kami keleluasaan untuk membawa laras panjang," kata Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo pada 23 Juni lalu.

Paspampres juga telah mendeteksi kerawanan wilayah Kyiv. Tri mengatakan wilayah yang dikunjungi Jokowi masih aman karena berjarak 380 kilometer dari peperangan di wilayah Donetsk.

"Kami juga tidak terlalu khawatir karena (di dalam) Paspampres ini ada dari Kopassus, Denjaka, dan Paskhas," ujarnya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait