Target Partai di 2024: Nasdem Bidik Dua Besar, PKS Incar 86 Kursi

Nasdem kembali mengatakan akan menggandeng partai lain dalam Pemilu 2024.
Ameidyo Daud Nasution
1 Agustus 2022, 15:02
pemilu 2024, nasdem, pks, pdip
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kedua kiri) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers usai pertemuan di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Sejumlah partai politik mulai mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilihan Umum 2024 pada Senin (1/8). Di sela-sela proses pendaftaran, mereka juga membuka target suara yang harus diraup dalam pemilu dua tahun mendatang.

Partai Nasdem menargetkan masuk peringkat dua besar pada Pemilu 2024. Bukan tanpa sebab, mereka telah menempati posisi empat besar dalam pemilihan tahun 2019 lalu.

"Kami menargetkan 100 kursi pada Pemilu 2024," kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (1/8) dikutip dari Antara.

Nasdem juga memastikan akan menggandeng partai lain dalam menghadapi Pemilu 2024. Hal ini telah beberapa kali disampaikan oleh Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.

Advertisement

"Nasdem menyadari bahwa bangsa sebesar ini tak bisa diusung sendiri," kata dia.

Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera menargetkan bisa meraup 86 kursi atau 15% dari keterwakilan di parlemen. Angka ini meningkat dari 50 kursi pada Pemilu 2019 lalu.

"Kami akan mendesak khususnya di dapil yang masih kosong dan penambahan di dapil yang sekarang sudah ada," kata Ketua Umum PKS Ahmad Syaikhu.

Sedangkan PDI Perjuangan menargetkan kemenangan dalam tiga kali Pemilu secara berturut-turut. Hal ini merupakan perintah langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Tentu kami tidak bisa sendiri, tapi harapan hattrick (tiga kali) menjadi komitmen seluruh jajaran partai," kata Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait