Kasus Covid-19 di Dunia Kembali Naik, Kapan Pandemi Akan Berakhir?

Jumlah kematian dan rawat inap akibat Covid-19 diperkirakan tidak meningkat seperti gelombang pandemi sebelumnya.
Rizky Alika
2 Agustus 2022, 16:31
covid-19, virus corona, pandemi
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Warga menggunakan masker melintas di peneybarangan jalan di Sarinah, Jakarta, Rabu (6/7).

Covid-19 masih mengalami peningkatan di sejumlah negara. Para ilmuwan pun memperingatkan pemerintah dan masyarakat untuk bersiap menghadapi lebih banyak gelombang virus corona.

Di Amerika Serikat, setidaknya ada satu juta infeksi per hari pada musim dingin ini. Sementara di seluruh Inggris dan Eropa, para ilmuwan memprediksi serangkaian gelombang Covid-19. 

Dengan kondisi tersebut, kapan dunia akan keluar dari fase pandemi Covid-19?

Banyak ahli memperkirakan transisi pandemi menjadi endemi akan dimulai pada awal 2022. Namun, mutasi varian Covid-19 Omicron telah membuyarkan harapan tersebut.

Advertisement

"Kita perlu mengesampingkan gagasan 'apakah pandemi sudah berakhir?'" kata ahli epidemiologi di London School of Hygiene and Tropical Medicine Adam Kucharski dikutip dari Reuters, Selasa (2/8).

Kucharski menilai perubahan status menjadi endemi juga belum tentu menghindarkan masyarakat dari penularan. "Seseorang pernah mengatakan kepada saya definisi endemi adalah hidup menjadi sedikit lebih buruk," katanya.

Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa melaporkan masih ada potensi kemunculan varian baru yang lebih kuat dari subvarian Omicron yang dominan saat ini. Jika varian itu mampu menghindari kekebalan sebelumnya, skenario terburuk akan terjadi.

"Semua skenario (dengan varian baru) menunjukkan potensi gelombang besar di masa depan," kata laporan itu. Bahkan, kondisi pandemi bisa sama atau lebih buruk dari gelombang penularan 2020/2021.

Kepala Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME), Chris Murray pun tela melacak lonjakan Covid-19 di AS. IHME merupakan kelompok independen di University of Washington.

Murray mengatakan kasus Covid-19 di AS akan meningkat sekitar dua kali lipat dari kasus harian saat ini. Ini karena masyarakat menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan selama musim dingin. Namun, tidak ada penggunaan masker atau pembatasan jarak sosial.

Walaupun kasus dapat melonjak, jumlah kematian dan rawat inap diperkirakan tidak meningkat seperti gelombang pandemi sebelumnya. Para ahli mengatakan, masyarakat telah dibantu oleh vaksinasi dosis penguat, infeksi alami, varian virus corona yang lebih ringan, dan perawatan Covid-19 yang sangat efektif.

Namun, Murray menilai ada risiko Covid-19 pada kelompok tertentu. "Orang-orang yang paling berisiko ialah mereka yang belum pernah melihat virus, namun hampir tidak ada yang tersisa," kata Murray.

 

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait