Jejak Satgasus Merah Putih, Tim 'Darah Biru' Dipimpin Ferdy Sambo

IPW mengatakan Ferdy Sambo, Brigadir J, dan Bharada E merupakan anggota Satgas Merah Putih. Tim ini awalnya dibentuk Tito Karnavian untuk meredam aksi 411.
Ameidyo Daud Nasution
11 Agustus 2022, 06:00
ferdy sambo, brigadir j, bharada e.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo tiba untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Mabes Polri menyatakan Inspektur Jenderal Pol. Ferdy Sambo sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Sambo diduga sebagai otak pelaku pembunuhan Brigadir J, meski belum terang motif pembunuhan berencana itu. 

"Timsus telah temukan peristiwa yang terjadi penembakan terhadap saudara J, yang dilakukan RE atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo)," kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo  di Mabes Polri, Selasa (9/8).

Saat ini Sambo masih menjalani masa tahanan di Mako Brimob. Polisi masih terus menggali keterangan dan mencari alat bukti lainnya untuk melanjutkan penyidikan.

Sebelum pengumuman penetapan status tersangka, Listyo mempreteli berbagai jabatan Sambo. Selain dicopot sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, ia juga dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih.

Advertisement

Jabatan Sambo sebagai Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih ini mendapat sorotan publik. Apalagi Indonesia Police Watch (IPW) menyebutkan Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu juga merupakan anggota Satgas tersebut.

Oleh sebab itu IPW meminta kasus ini ditangani dengan transparan. "Kapolri harus tegas menangani kasus ini sesuai perintah Presiden Joko Widodo," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso pada 31 Juli 2021 lalu dikutip dari Antara.

Satgassus Merah Putih

Satgasus Merah Putih awalnya dibentuk Kapolri yang saat itu dijabat oleh Jenderal Pol. Tito Karnavian pada 2017. Tujuannya untuk menangani dan membongkar kasus besar.

Satgas ini sempat membongkar sejumlah kasus besar, rata-rata narkotika. Tahun 2017, satgas ini membongkar penyelundupan 1 ton sabu di bekas bangunan Hotel Mandalika, Anyer.

Ketika itu tim yang terlibat membongkar kasus tersebut di antaranya Kombes Pol. Nico Afinta dan Kombes Pol. Herry Heryawan. Nico saat ini merupakan Kapolda Jawa Timur dengan pangkat Irjen. Sedangkan Herry saat ini berpangkat bintang satu sebagai Dirsidik Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

Saat Satgassus Merah Putih dipimpin Sambo juga pernah membongkar kasus narkotika jumbo. Dia dan timnya sempat mengungkap kasus shabu-shabu seberat 821 kilogram di Serang pada 19 Mei 2020. Setelah itu, tim juga membongkar peredaran 402 kilogram shabu-shabu jaringan Iran di Sukabumi pada 4 Juni 2020.

Meski menuai banyak prestasi, Satgas ini juga dicibir karena dianggap terlalu eksklusif. Komisi hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sempat mempertanyakan langkah Tito yang membentuk tim khusus tersebut.

"Seolah-olah ada anggota lain yang tidak merah putih. Sebenarnya ada apa?," kata anggota Komisi III Herman Hery pada 22 Februari 2017 silam dikutip dari laman DPR.

Herman mengkhawatirkan satgas ini diisi polisi 'darah biru' dan bisa menimbulkan kecemburuan personel lainnya. Bahkan satgas tersebut disebutnya memiliki pos anggara sendiri.

"Terkesan orang-orang dalam yang diistimewakan. Dengan kata lain satgas bukan bagian dari Polri," katanya.

Tito menjelaskan satgas ini merupakan hal yang biasa di kepolisian. Satgas Merah Putih ini dibentuknya untuk meredakan suasana usai peristiwa 411 atau demonstrasi 4 November 2016 . Tujuannya, mendekati para pemuka agama usai kondisi memanas karena pernyataan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama.

Soal tudingan eksklusif dan 'darah biru', Tito beralasan tim dipilih dengan alasan kesamaan visi. "Harus kenal satu sama lainnya," katanya menjawab pertanyaan Herman.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait