RI Hadapi Ancaman Krisis, Wapres Minta Masyarakat Jihad Ekonomi

Wapres Ma'ruf meminta masyarakat tak mementingkan ego pribadi atau kelompoknya demi menyelamatkan diri dari krisis.
Ameidyo Daud Nasution
18 Agustus 2022, 17:06
wapres, ekonomi, krisis
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) didampingi Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) dan Ketua DPR Puan Maharani (kanan) memberikan keterangan pers usai mengikuti peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun ke-77 MPR di Plaza Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Dunia saat ini tengah menghadapi krisis ekonomi. Oleh sebab itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat melakukan jihad ekonomi untuk menghadapi krisis.

Ma'ruf menyampaikan hal tersebut usai hadir dalam Acara Peringatan Hari Konstitusi dan HUT ke-77 MPR RI. Ma'ruf mengatakan tantangan RI hari ini adalah krisis energi hingga pangan.

"Oleh karena itu kita harus siap," kata Ma'ruf di Gedung Nusantara IV, Jakarta, Kamis (18/8) dikutip dari Antara.

Wapres mengatakan ada dua hal yang menjadi target pembenahan ekonomi yakni pertumbuhan dan pemerataan. Dalam mencapai sasaran tersebut, pemerintah meminta masyarakat tak mementingkan ego pribadi atau kelompoknya.

Advertisement

"Kita bisa survive dalam menghadapi tantangan ekonomi kalau menyatu seluruhnya," ujarnya.

Ma'ruf mengatakan Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan pembangunan tak bertentangan dengan pemerataan. "Jalan lurus berdasarkan ruh konstitusi ini merupakan jihad ekonomi bangsa," katanya.

Makanya Wapres berpesan agar regulasi yang dibentuk mengedepankan keadilan. Hal ini yang akan menjadi tuntunan RI unuk membangun sistem yang kuat usai pandemi.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mematok target pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2023 sebesar 5,3%, naik tipis dibandingkan target APBN 2022 sebesar 5,2%.

Target ini jauh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% per tahun yang harus dicapai untuk menjadi negara maju pada 2045. 

 

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait