Lanjut hingga 2024, Program Kartu Prakerja Akan Digelar Secara Offline

Program Kartu Prakerja tidak lagi mengutamakan fungsi bantuan sosial, tetapi lebih fokus pada pelatihan.
Reza Pahlevi
1 Oktober 2022, 11:12
Ilustrasi program Kartu Prakerja. Foto: Reza Pahlevi.
Katadata
Ilustrasi program Kartu Prakerja. Foto: Reza Pahlevi.

Program Kartu Prakerja akan terus dilanjutkan hingga 2024. Meski begitu, program program unggulan Presiden Joko Widodo tersebut tidak lagi mengutamakan fungsi bantuan sosial, tetapi lebih fokus pada pelatihannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mendorong pelaksanaan Kartu Prakerja skema normal seiring penurunan kasus pandemi.

“Sesuai dengan amanat presiden, program Kartu Prakerja didorong untuk skema normal ataupun penyelenggaraan pelatihan secara offline,” kata Airlangga secara virtual dalam Mini Temu Raya Alumni Kartu Prakerja di Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat, 29 September 2022.

Skema normal juga berarti program Kartu Prakerja tidak lagi berstatus bantuan sosial tetapi murni sebagai pelatihan. Hal ini disahkan lewat penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 113 tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

Advertisement

Direktur Pemantauan dan Evaluasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Cahyo Prihadi menjelaskan program ini masih menyatukan bantuan sosial dan pelatihan dalam satu paket.

“Setelah itu, kita pelatihan saja. Setelah ini ada beberapa proses peralihan dan kita akan masuk ke skema normal,” kata Cahyo dalam kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat, 30 September 2022.

Pelaksanaan skema normal Program Kartu Prakerja ini masih menunggu arahan dari Komite Cipta Kerja (KCK). Pelaksana program Kartu Prakerja juga masih menunggu Peraturan Menteri (Permen) yang khusus membahas transisi ini.

Grafik:

Sejak diluncurkan pada April 2020, program Kartu Prakerja sudah mencapai gelombang ke-45. Program ini telah menghasilkan 14,9 juta penerima manfaat yang tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Riset lembaga independen Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab South East Asia (J-PAL SEA) pada 2021 menemukan Kartu Prakerja meningkatkan peluang bekerja dan berwirausaha. Riset terhadap 47.750 sampel ini menunjukkan program meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan baru sebesar 18% dan peluang memiliki usaha sebesar 30%.

Pendapatan peserta Kartu Prakerja juga berhasil ditingkatkan berkat pelatihan dalam program tersebut. J-PAL SEA menemukan rata-rata kenaikan pendapatan mencapai Rp 122.500 per bulan.

Di daerah, pelaksanaan program Kartu Prakerja dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat serta swasta sebagai Lembaga Pelatihan (LP). Di Kalimantan Timur, tercatat ada 310 ribu orang yang sudah menjadi penerima manfaat Kartu Prakerja.

 

Reporter: Reza Pahlevi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait