13,9 Juta Peserta Prakerja Telah Dapat Insentif Senilai Total Rp 33 T

Program Kartu Prakerja sudah mencapai gelombang ke-45 per 29 September 2022. Mayoritas penerima program ini tinggal di desa.
Reza Pahlevi
1 Oktober 2022, 13:46
Seorang peserta Kartu Prakerja saat menceritakan pengalamannya dalam kuliah umum di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (30/9). Foto: Reza Pahlevi.
Katadata
Seorang peserta Kartu Prakerja saat menceritakan pengalamannya dalam kuliah umum di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (30/9). Foto: Reza Pahlevi.

Pemerintah telah menyalurkan insentif Rp 33,1 triliun dalam Program Kartu Prakerja sejak peluncurannya pada April 2020 lalu. Ada 13,92 juta peserta program ini yang mendapat insentif tersebut.

Direktur Pemantauan dan Evaluasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Cahyo Prihadi mengatakan program ini telah memberi akses pelatihan dan perlindungan sosial di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

"Kartu Prakerja berperan sebagai semi-bansos selama pandemi. Peserta mengikuti pelatihan terlebih dahulu, dapat insentif kemudian," kata Cahyo dalam sebuah kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat, 30 September 2022.

Cahyo juga mengatakan program ini meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat desa serta yang belum menerima pendidikan tinggi. Peningkatan kesejahteraan ini tidak hanya dicapai berkat insentif, tetapi juga pelatihan yang diterima peserta.

Advertisement

Data Kartu Prakerja menunjukkan mayoritas atau 60% penerima program tinggal di desa. Adapun, 51% penerima berpendidikan terakhir SMA atau sederajat.

Riset lembaga independen Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab South East Asia (J-PAL SEA) pada 2021 menemukan Kartu Prakerja meningkatkan peluang bekerja dan berwirausaha. Riset terhadap 47.750 sampel ini menunjukkan program meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan baru sebesar 18% dan peluang memiliki usaha sebesar 30%.

Pendapatan peserta Kartu Prakerja juga berhasil ditingkatkan berkat pelatihan dalam program tersebut. J-PAL SEA menemukan rata-rata kenaikan pendapatan mencapai Rp 122.500 per bulan.

Salah satu penerima program Kartu Prakerja, Sudrajat Nugraha (25), menjadi salah satu peserta yang dapat meningkatkan pendapatannya berkat program ini. Sudrajat kini memiliki agensi komunikasi di Bontang setelah dirinya sempat di-PHK ketika awal pandemi Covid-19 pada 2020.

Grafik:

“Kini saya sudah memiliki tiga agensi dengan dua agensi fokus di media sosial dan satunya di literasi digital,” kata pria yang juga akrab disapa Jay ini dalam Temu Alumni Prakerja di Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat, 30 September 2022.

Jay mengatakan tiap agensi media sosialnya ini masing-masing mengurus sekitar 20 klien UMKM di Bontang. Agensinya memegang media sosial klien termasuk produksi konten-kontennya.

Program Kartu Prakerja sudah mencapai gelombang ke-45 per 29 September 2022. Sebanyak 14,91 juta orang telah menjadi penerima efektif program ini.

Program ditujukan untuk warga negara Indonesia (WNI) berusia 18 - 64 tahun yang sedang tidak mengikuti pendidikan formal. Pemerintah menargetkan para pencari kerja dan buruh/karyawan yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja. Ini termasuk pekerja/buruh yang dirumahkan dan pelaku usaha mikro kecil.

 

Reporter: Reza Pahlevi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait