Di Depan Puan dan G20, Jokowi Ingatkan Ancaman Negara Gagal

Jokowi menyebut dunia terancam krisis energi hingga krisis keuangan. Presiden tetap optimistis beberapa negara bertahan dari badai tersebut.
Rizky Alika
6 Oktober 2022, 18:21
jokowi, puan maharani, g20
Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10). Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Joko Widodo mengatakan dunia menghadapi sejumlah ancaman. Dengan situasi itu, Jokowi memperkirakan banyak negara yang berpotensi gagal.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam Pembukaan Sidang The 8th G20 Parliamentary Sepakers' Summit (P20) di Gedung Nusantara DPR, Jakarta, Kamis (6/10). Selain anggota parlemen G20, acara tersebut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani.

"Banyak negara terancam jadi negara gagal yang berdampak pada jutaan warganya," kata Jokowi di Gedung Nusantara DPR, Jakarta, Kamis (6/10).

Menurutnya, kegagalan itu juga memperlebar ketidakseimbangan ekonomi global. Namun, masih ada negara yang mampu bertahan dalam situasi itu.

Adapun, ancaman yang tengah terjadi seperti pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir. Selain itu, ada pula konflik geopolitik yang menimbulkan ancaman krisis energi, krisis pangan, dan krisis keuangan. "Menghantui semua negara," ujar Kepala Negara.

Pada saat yang sama, dunia dihadapkan pada ancaman perubahan iklim yang menyebabkan gangguan produksi pangan. Akibatnya, ancaman kelaparan muncul di depan mata.

Namun, Jokowi yakin perhelatan G20 dapat membahas agenda dunia yang memerlukan dukungan politik. Hal ini untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi seluruh warga dunia.

Untuk mengatasi masalah, Mantan Wali Kota Solo itu meminta seluruh pihak bekerja sama. "Dan harus menurunkan ego masing-masing," katanya.

Selain itu, negara di dunia harus berupaya keras dalam mengatasi perbedaan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Apalagi saat ini dunia tengah dihantui ancaman resesi.

Laporan Bank Dunia “Is a Global Recession Imminent?” yang dirilis September 2022 memproyeksikan skenario pertumbuhan ekonomi dunia. Bank Dunia menyebut ada potensi perlambatan dan kemungkinan ekonomi global jatuh ke resesi pada 2023.

Dalam skenario resesi, PDB per kapita global diproyeksikan berkontraksi 0,4% pada 2023 dari tahun sebelumnya. Untuk negara maju, kontraksi tahunannya diproyeksikan lebih dalam lagi, yaitu 0,8%.

Di sisi lain, pertumbuhan di negara-negara berkembang diproyeksikan melambat. Ancaman resesi ini muncul ketika seluruh negara berusaha pulih dari resesi akibat pandemi Covid-19.

 

Reporter: Rizky Alika

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 November 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait