Surya Paloh: Tak Ada Alasan Nasdem Mundur dari Koalisi Jokowi

Desakan kepada Jokowi untuk mendepak Nasdem dari koalisi mulai bermunculan. Dipicu pencalonan Anies Baswedan.
Ameidyo Daud Nasution
22 Oktober 2022, 18:43
nasdem, surya paloh, jokowi
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berjalan menuju presidensial lounge di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan pihaknya tak memiliki alasan mundur dari koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga 2024. Ia memastikan akan tetap mengawal Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga akhir masa jabatan.

Pernyataan Surya disampaikan di tengah munculnya desakan reshuffle kabinet usai Nasdem mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon presiden. Namun Surya beralasan pemerintahan saat ini telah berjalan dengan baik sehingga partainya tak perlu mundur.

"Enggak ada alasan bagi Nasdem untuk mundur kalau bukan dimundurkan," kata Surya di Nasdem Tower, Sabtu (22/10) dikutip dari Antara.

Surya berharap dapat bersama Jokowi dan Ma'ruf hingga 2024 untuk mengawal pembangunan. Ini agar Jokowi dapat meninggalkan warisan yang baik. "Itu yang harus diperjuangan Nasdem.

Advertisement

Dia juga meminta kader Nasdem agar tak menanggapi komentar soal mundur dari koalisi pemerintahan. Menurutnya, hal tersebut berpotensi membuat suasana politik tidak tenang.

"Yang diharapkan Nasdem adalah suasana yang tenang, koalisi makin saling menghargai," katanya.

Sebelumnya Forum Diskusi Relawan Jokowi meminta Presiden Joko Widodo untuk mencopot tiga menteri kader Nasdem karena partainya mendukung Anies. Relawan beralasan nilai-nilai yang Anies terapkan saat ini bertolak belakang dengan Jokowi.

"Pada 2017 lalu, dia (Anies) melakukan politik identitas. Implikasinya secara nasional, sehingga polarisasi politik terjadi sampai saat ini," kata Perwakilan Forum Diskusi Relawan Jokowi Andreas R Behiary dalam konferensi pers di N Hotel yang berlokasi di sebelah Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/10).

HARI TERAKHIR ANIES BASWEDAN SEBAGAI GUBERNUR DKI
HARI TERAKHIR ANIES BASWEDAN SEBAGAI GUBERNUR DKI (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wpa/nym.)

 

Sedangkan PDIP mengatakan para menteri seharusnya mengedepankan prinsip hati-hati dan tidak boleh menjadi antitesa presiden. "Presiden perlu menteri yang menyelesaikan masalah rakyat, sehingga Pemilu 2024 dalam sense of happines yang tinggi," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pada Kamis (17/10).

Adapun, Jokowi sendiri membuka pintu adanya kocok ulang kabinet. Namun Presiden tak menjelaskan apakah pergantian akan menyasar menteri dari Nasdem.

"Rencana selalu ada, pelaksanaannya nanti diputuskan," kata Jokowi di Stasiun Tegalluar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10).

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait