Menkes Prediksi Puncak Covid Dua Pekan Lagi, Kasus Bisa Capai 15 Ribu

Ameidyo Daud Nasution
25 November 2022, 19:47
covid-19, virus corona, omicron, xbb, bq1
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/11/2022).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat menghadapi peningkatan Covid-19 dalam waktu dekat. Budi memperkirakan puncak penularan akan terjadi paling lama dua pekan mendatang.

Saat ini pemerintah masih terus memantau tren penularan corona setiap harinya. "Feeling saya, kita akan mencapai puncaknya dalam satu atau dua pekan ke depan," kata Budi di Jakarta, Jumat (25/11) dikutip dari Antara.

Saat ini kasus positif corona di Indonesia telah mencapai sekitar 8.000 kasus per hari. Budi juga memperkirakan angka penularan bisa mencapai 10 ribu hingga 15 ribu per hari.

Meski demikian, ia memprediksi angka keterisian tempat tidur rumah sakit masih lebih rendah dari subvarian sebelumnya. Adapun penularan saat ini terjadi usai masuknya XBB dan BQ.1 ke Indonesia.

Pemerintah juga akan menggencarkan sero survei per enam bulan sekali untuk mengetahui jangka waktu turunnya antibodi masyarakat Indonesia. Survei sebelumnya juga menunjukkan penduduk RI memiliki antibodi Covid-19 yang tinggi.

"Kami punya data by name by address untuk 205 juta dari populasi, kami bisa prediksi di daerah mana harus memberikan booster," kata Budi.

Budi mengingatkan masyarakat untuk melengkapi dosis vaksinasinya. Ia juga berharap jumlah kasus masih bisa terjaga hingga dua pekan ke depan.

"Jika bisa mengendalikan, maka Indonesia akan menjadi salah satu negara yang tidak mengalami gelombang besar dalam 12 bulan," katanya.

Kemenkes juga telah memberikan lampu hijau booster vaksin Covid-19 kedua untuk tenaga kesehatan dan lansia. Presiden Joko Widodo bahkan telah mendapatkan suntikan vaksin keempat kemarin.

Sedangkan kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 7.110 orang pada Kamis (24/11). Dari angka tersebut, sebanyak 41 pasien dinyatakan meninggal dunia. 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait