Profil Yudo Margono yang Resmi Dicalonkan Jokowi Sebagai Panglima TNI

Laksamana TNI Yudo Margono akan menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang pensiun Desember mendatang. Nama Yudo sudah digadang-gadang akan naik jabatan sejak tahun lalu.
Ameidyo Daud Nasution
28 November 2022, 17:23
yudo margono, tni, panglima tni
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan keterangan pers di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Presiden Joko Widodo resmi mengajukan nama Laksamana Yudo Margono sebagai calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) itu akan menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang pensiun Desember mendatang.

Nama Yudo juga telah dikirimkan lewat Surat Presiden ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia akan segera menjalani proses uji kepatutan dan kelaikan calon Panglima TNI.

"Surat telah diterima pimpinan DPR, artinya Laksamana Yudo bisa segera proses di DPR untuk melaksanakn fit and proper test," kata Ketua DPR Puan Maharani saat konferensi pers di DPR, Jakarta, Senin (28/11).

Surat dikirimkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada pimpinan DPR. Jika prosesnya lancar, maka Yudo Margono akan menjadi KSAL pertama yang dilantik sebagai Panglima TNI oleh Jokowi.

Pencalonan Yudo sudah sejak beberapa waktu lalu terdengar. Anggota komisi pertahanan dewan pun telah memberikan dukungan agar KSAL bisa menjadi Panglima TNI.

Jejak Karir Yudo

Yudo sebelumnya berpengalaman sebagai pelaut di sejumlah kapal perang sebelum akhirnya memegang jabatan teritorial di lingkungan Angkatan Laut.

Dikutip dari berbagai sumber, Yudo lahir di Madiun pada 26 November 1965. Usai lulus Akabri pada 1988, ia langsung menjadi Asisten Perwira Divisi Senjata Artileri Rudal di Kapal Republik Indonesia (KRI) Wilhelmus Zakaria Johannes (YNS) 332.

Setelahnya, ia menjadi Kepala Departemen Operasi kapal perusak KRI Ki Hajar Dewantara. Yudo lalu ditugaskan sebagai komandan beberapa kapal perang sebelum akhirnya menjadi Komandan KRI Ahmad Yani, fregat bekas AL Belanda.

Karirnya meningkat dengan menjadi Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tual pada 2004 hingga 2008 dan Lanal Sorong pada 2008 dan 2010. Yudo lalu menjadi Komandan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada Timur (Koarmatim) hingga 2011.

Sempat promosi menjadi Komandan Satkor di Koarmatim dan Komandan Kolat di Armada RI Kawasan Barat (Armabar), Yudo lalu naik menjadi bintang satu sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Belawan pada 2015.

Setahun kemudian, karirnya menanjak dengan menjadi Kepala Staf Koarmabar hingga 2017. Ia lalu menjadi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan I) pada 2019 dan KSAL pada 2020.

Nama Yudo sebenarnya sudah muncul sebagai salah satu kandidat Panglima TNI. Meski demikian, tahun lalu Jokowi memilih Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima.

 



News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait