Kunjungan Turis Asing Hingga Oktober 2022 Melonjak 215% Jadi 3,9 Juta

Pada Oktober 2022 ini kunjungan turis asing mencapai 678,5 ribu. Penyumbang terbanyaknya adalah Malaysia.
Nadya Zahira
1 Desember 2022, 20:14
turis, pariwisata, bps
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/hp.
Pemandu wisata memberi penjelasan kepada turis asing di kawasan obyek wisata Pura Taman Ayun, Badung, Bali, Kamis (12/3/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada Januari hingga Oktober 2022 ini sebesar 3,9 juta orang. Angka ini meningkat 215,16% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukan bahwa pariwisata Indonesia sudah sangat membaik dibandingkan pada saat kondisi pandemi Covid-19.  Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Setianto mengatakan peningkatan sudah mulai terjadi sejak Januari ke Februari 2022. 

"Mulai bulan Oktober 2022, BPS ini sudah bisa merilis jumlah kunjungan melalui pintu masuk perbatasan dan utama," ujar Setianto dalam Konferensi Pers Rilis BPS 1 Desember 2022, pada Kamis (1/12).

Pada Oktober 2022 ini kunjungan wisman sebanyak 678,5 ribu kunjungan. Sebanyak 564,7 melalui pintu masuk utama. Sementara, yang masuk melalui pintu perbatasan yaitu sebanyak 113,8 ribu kunjungan.

"Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama kalau kita lihat terus menunjukan peningkatan sejak Januari ke Februari 2022. Sementara yang melalui pintu masuk perbatasan ini kita lihat jumlahnya fluktuatif," ujar Setianto. 

BPS mencatat wisatawan asing yang terbanyak pada bulan Oktober 2022 ini masih dari negara tetangga yaitu Malaysia sebanyak 106 ribu orang. Di posisi kedua adalah Australia dengan 93 ribu orang. Singapura berada di peringkat ketiga dengan 84,5 ribu kunjungan.

Bersamaan pulihnya pariwisata, sektor transportasi udara juga mulai berani lagi membuka rute. Bulan lalu, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia resmi kembali mengoperasikan penerbangan rute Tokyo Narita - Denpasar pulang pergi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pengoperasian kembali penerbangan ini merupakan upaya Garuda membantu pemulihan ekonomi nasional, khususnya Bali sebagai salah satu hub pariwisata.

Tak hanya itu, mereka juga membuka lagi rute Seoul menuju Denpasar dengan penerbangan dua kali sepekan.

 

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait